Kamis, 28/01/2021 05:32 WIB

China Batal Lakukan Uji Covid-19 Skala Besar

China akhirnya memilih untuk memfokuskan pengujian virus corona baru (Covid-19) pada kelompok-kelompok berisiko tinggi, seperti orang-orang dari daerah yang terinfeksi atau dengan gejala.

Virus corona (Foto: Press TV)

Beijing, Jurnas.com - -decoration:none;color:red;font-weight:bold">China akhirnya memilih untuk memfokuskan pengujian virus corona baru (Covid-19) pada kelompok-kelompok berisiko tinggi, seperti orang-orang dari daerah yang terinfeksi atau dengan gejala.

Beijing membatalkan rencana sebelumnya untuk melakukan pengujian skala luas guna mengidentifikasi secara cepat, menyusul lonjakan kasus yang berasal dari orang yang datang dari luar negeri dan transmisi lokal baru.

-decoration:none;color:red;font-weight:bold">China juga mengakui bahwa keakuratan tes dan kualitas laboratorium saat ini terlebih dahulu harus ditingkatkan.

"Strategi pengujian saat ini cocok dengan strategi pengendalian dan pencegahan epidemi kami," kata Jin Qi, Presiden Institute of Pathogen Biology di Chinese Academy of Medical Sciences dan Peking Union Medical College.

Jin mengatakan, tes sebagian besar menyasar kelompok berisiko tinggi seperti orang dengan gejala atau dari daerah yang terinfeksi, sekolah dan rumah sakit.

Kelompok lain yang meminta pengujian, seperti mereka yang kembali bekerja dan berpeluang terlibat dalam sebuah kepadatan tinggi, akan menerima tes.

Kota Wuhan, Provinsi Hubei yang merupakan pusat wabah di -decoration:none;color:red;font-weight:bold">China, telah melipatgandakan jumlah tes menjadi 60.000-65.000 sehari sejak penutupan di kota itu berakhir pada 8 April, yang memungkinkan penduduk meninggalkan kota.

Beberapa provinsi memerintahkan wisatawan dari daerah berisiko sedang hingga tinggi untuk menjalani tes sebelum diizinkan masuk. Karantina pada saat kedatangan kini menjadi hal biasa.

Untuk melacak status pengujian orang, pemerintah baru-baru ini meluncurkan layanan seluler online yang memungkinkan orang untuk menyimpan riwayat hasil pengujian mereka.

Sebagian besar kasus baru yang dilaporkan pada April ini adalah pelancong yang datang dari luar negeri, yang pada gilirannya terinfeksi orang lain yang melakukan kontak dengan mereka. Beberapa kasus melibatkan pembawa asimptomatik yang belum menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti demam.

Dalam sebulan terakhir, kasus infeksi di -decoration:none;color:red;font-weight:bold">China bagian utara mengalami peningkatan, di mana Provinsi Shaanxi dilanda kasus impor, setelah diketahiu bahwa warga bepergian dari atau melalui Rusia dengan pesawat.

Suifenhe, kota perbatasan di provinsi Heilongjiang, juga berjuang melawan masuknya infeksi yang datang dari Rusia.

Selain itu, Harbin, ibukota Heilongjiang berusaha untuk menekan sekelompok infeksi lokal bulan ini yang telah menyebar ke daerah tetangga di Mongolia Dalam dan provinsi Liaoning.

TAGS : Virus Corona China -




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :