Senin, 26/10/2020 02:13 WIB

Menlu Pompeo Serukan Reformasi Mendasar WHO

Dalam sepucuk surat kepada Presiden Donald Trump, mereka menyerukan pemulihan segera dana AS, yang ditangguhkan Trump pekan lalu dengan dalih WHO sebagai China senteris.

Direktur Central Intelligence Agency (CIA), Mike Pompeo (Foto: via Financial Tribune)

Washington, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan reformasi mendasar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diperlukan setelah gagal menangani pandemi virus corona (COVID-19).

Mantan Badan Intelijen Pusat (CIA) itu bahkan mengatakan, Paman Sam, yang merupakan donor terbesar WHO, kemungkin tidak akan pernah mengembalikan dana lembaga PBB yang bermarkas di Jenewa, Swiss.

Ketika Pompeo gencar menyerang lembaga yang didirikan pada 7 April 1948 itu, Demokrat di DPR AS menuduh pemerintahan Trump mencoba mengkambing hitamkan WHO untuk mengalihkan perhatian dari penanganan wabah virus corona.

Dalam sepucuk surat kepada Presiden Donald Trump, mereka menyerukan pemulihan segera dana WHO, yang ditangguhkan Trump karena dituding sebagai China senteris dan menyebarakan disinformasi China tentang wabah tersebut.

Kepada Fox News pada Rabu (22/4) malam, Pompeo mengatakan perlu ada perbaikan struktural di WHO untuk memperbaiki kekurangannya.

"Bahkan lebih dari itu, mungkin bahwa AS tidak pernah dapat kembali ke penjaminan emisi, karena uang pembayar pajak AS dibayarkan kepada WHO," kata Pompeo saat ditanya soal kemungkinan perubahan kepemimpinan WHO.

WHO membantah tuduhan administrasi Trump dan China menegaskan WHO transparan dan terbuka.

AS merupakan donorter besar bagi WHO, menyumbang lebih dari USD400 juta pada2019, sekitar 15% dari anggarannya. Pejabat senior AS pekan lalu mengatakan kepada Reuters bahwa Washington dapat mengalihkan dana tersebut ke lembaga lainnya.

Sebelumnya,  Rabu (22/4), Pompeo mengatakan AS sangat percaya Beijing terlambat melaporkan corona, melanggar aturan WHO dan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom tidak menggunakan kemampuannya ketika negara anggota gagal mengikuti aturan.

Pompeo mengatakan, WHO memiliki kewajiban untuk memastikan standar keselamatan diamati di laboratorium virologi di kota Wuhan di China, di mana wabah dimulai, dan Tedros memiliki otoritas besar sehubungan dengan negara-negara yang tidak mematuhi.

Penjabat kepala Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) mengatakan, AS akan menilai apakah WHO dijalankan dengan benar dan mencari mitra alternatif di luar badan tersebut.

Kemungkinan AS menghentikan pendanaannya secara pasti kepada badan global bergantung pada Trump yang berhasil dalam upayanya untuk pemilihan kembali dalam pemilihan presiden November, melawan calon nominasi Demokrat, Joe Biden.

Menurut penghitungan Reuters, pandemi virus corona sudah menewaskan lebih dari 180.000 orang di seluruh dunia, termasuk hampir 48.000 di Amerika Serikat, menjadikannya negara yang paling terpukul oleh statistik resmi. (Press TV)

TAGS : Amerika Serikat Virus Corona Mike Pompeo Dana WHO




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :