Senin, 13/07/2020 01:37 WIB

Bekukan Dana WHO, Tindakan Trump Disebut Kejahatan Kemanusiaan

Keputusan Negeri Paman Sam itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan karena dilAkukan pada saat dunia sedang fokus memerangi virus corona (COVID-19.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Mousavi (Foto: Presstv)

Teheran, Jurnas.com - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi mengatakan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membekukan dana untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Washington tidak bertanggung jawab.

Ia mengatakan, keputusan Negeri Paman Sam itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan karena dilAkukan pada saat dunia sedang fokus memerangi virus corona (COVID-19.

 

"Tujuan utama Trump dalam menangguhkan anggaran WHO memainkan permainan menyalahkan dan menutupi ketidakefisienan pemerintah AS dalam mengendalikan virus corona," kata Mousavi pada Rabu (15/4).

Mousavi mengatakan bahwa keputusan AS terhadap Badan Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan pelanggaran kewajiban mereka kepada masyarakat internasional.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif juga menyerang AS. Ia mengatakan, dunia sekarang mungkin lebih menyadari pengalaman panjang Teheran dalam menanggung beban intimidasi Washington yang menewaskan orang.

"Dunia sedang mempelajari apa yang telah diketahui dan dialami Iran selama ini: intimidasi, ancaman, & pemberontakan rezim AS bukan hanya kecanduan: ia membunuh orang," kata Zarif lewat akun Twitternya, Rabu (15/4).

"Seperti tekanan maksimum terhadap Iran, WHO yang melakukan penggundulan memalukan di tengah pandemi akan hidup dalam keburukan," tambahnya.

Diketahui, AS merupakan donor terbesar untuk WHO yang berbasis di Jenewa. Pada 2019, AS menyumbang lebih dari US$400 juta dolar kepada badan tersebut, kira-kira 15% dari anggarannya.

Namun Trump memerintahkan penghentian pendanaan AS untuk WHO, karena dia menilai lembaga PBB tersebut melakukan penyalahgunaan dalam mengatasi krisis kesehatan global. (Press TV)

 

TAGS : Virus Corona Dana WHO Abbas Mousavi Mohammad Javad Zarif Donald Trump




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :