Jum'at, 10/07/2020 07:36 WIB

China Bantah Diskriminasi Warga Kulit Hitam saat Corona

Dalam pernyataannya pada Senin (13/4), Zhao menegaskan bahwa semua orang di negara itu, termasuk orang-orang Afrika diperlakukan sama.

Ilustrasi warga berkulit hitam (Foto: UPI)

Beijing, Jurnas.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, membantah bahwa negaranya melakukan diskriminasi terhadap warga berkulit hitam selama pandemi virus corona Bbaru (Covid-19) berlangsung.

Dalam pernyataannya pada Senin (13/4), Zhao menegaskan bahwa semua orang di negara itu, termasuk orang-orang Afrika diperlakukan sama.

"China selalu menentang langkah-langkah diskriminatif yang menargetkan setiap ras atau kebangsaan, dan kami sangat menghargai kesehatan dan keselamatan warga negara asing yang tinggal di China," kata Zhao dalam press briefing dikutip dari CGTN.

Zhao juga mengungkapkan bahwa China dan Afrika merupakan teman, mitra, dan saudara yang baik.

"Kami tidak akan melupakan dukungan dari Afrika selama masa-masa sulit kami memerangi virus corona. Karena situasinya semakin parah di Afrika, pemerintah China dan orang-orang telah dengan mendesak mengirimkan sejumlah pasokan ke Afrika, dan bantuan kami dipuji oleh negara-negara Afrika dan Uni Afrika," imbuh dia.

Pada Sabtu pekan lalu, Kedutaan Besar AS menuding polisi China memerintahkan bar dan restoran untuk tidak melayani klien yang tampaknya berasal dari Afrika,.

Pejabat China konon juga meluncurkan pengujian wajib dan karantina diri bagi siapapun yang memiliki kontak dengan orang Afrika.

Muncul rumor bahwa sejumlah warga Afrika yang terinfeksi mengabaikan tindakan karantina, dan pergi ke restoran keluarga, menginfeksi pemilik dan putranya yang berusia delapan tahun. Keduanya kemudian meninggal karena komplikasi akibat infeksi.

Dalam berita terkait, Kedutaan Besar China di Zimbabwe menolak tuduhan bahwa orang Afrika menjadi sasaran dan dianiaya di negara itu.

Meskipun mengakui bahwa ada beberapa insiden, itu menunjukkan bahwa menyoroti peristiwa-peristiwa itu dapat merusak hubungan bilateral.

"China memperlakukan semua individu di negara ini, baik orang China maupun orang asing, secara setara," terang Kedubes China dilansir dari Press TV.

TAGS : China Diskriminasi RAS Kulit Hitam Virus Corona




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :