Jum'at, 05/06/2020 04:50 WIB

Transaksi Sayurbox Meningkat Lima Kali Lipat di Tengah Pandemi

Pernah suatu waktu Sayurbox tidak menerima pemesanan selam satu minggu untuk memberikan waktu kepada timnya, teruma yang di lapangan untuk beristirahat.

Foto ilustrasi Sayurubox. (Foto: Sayurbox)

Jakarta, Jurnas,com - Sejumlah perusahaan daring yang bergerak di bidang pangan kebajiran permintaan di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Salah satunya ialah perusahaan aplikasi penyedia layanan pemesanan sayur Sayurbox.

Head of Communications SayurboxOshin Hernis bercerita, sejak masa pandemi virus corona berlangsung, jumlah transaksi di perusahannya naik kurang lebih lima kali lipat.

"Lonjakan yang signifikan kami rasakan selama masa pandemik ini berlangsung, dimana masyarakat diminta untuk tetap tinggal di rumah dan tidak melakukan aktivitas apapun di luar rumah," ujar Oshin dalam pesan pendek kepada Jurnas.com, Kamis (9/4).

Sanking meningkatnya transaksi tersebut, lanjut Oshing, pernah suatu waktu Sayurbox tidak menerima pemesanan selama satu minggu untuk memberikan waktu istirahat kepada para timnya, terutama yang di lapangan.

"Kami memberikan waktu istirahat kepada semua tim kami, terutama yang di lapangan agar dapat kembali melayani kebutuhan masyarakat lebih baik tanpa mengabaikan keamanan dan keselamatan tim yang bekerja pagi siang dan malam untuk customer kami," katanya.

Kehadiran Sayurbox bisa dibilang sangat membantu pemerintah dalam proses penyediaan dan pendistribusian bahan pangan kepada masyarakat, terutama dalam keadaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kami beryukur dengan adanya hal ini, kami dapat membantu masyarakat dan pemerintah. Sayurbox ada untuk memudahkan masyarakat menjangkau memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya dengan sekali klik, panen dan kirim ke rumah customer kami," katanya.

Oshin juga menyampaikan, komoditas yang paling banyak dipesan masyarakat di masa pandemi ini ialah hortikultura, khususnya untuk kebutuhan pangan sehat.

"Sayurbox sendiri memiliki produk sehat yaitu "ijoijo" yang merupakan salah satu produk olah kami yang dapat dinikmati langsung oleh para customer kami. Produk "ijoijo" sendiri mengalami peningkatan pemesanan pada masa pandemik ini berlangsung," katanya.

Sekadar diketahui, di awal-awal berdiri pada 2017, Sayurbox hanya bermitran dengan lima petani lokal. Namun, seiring berjalannya waktu dan meningkatnya permintaan, kini penyedia layanan pemesanan sayur itu memiliki lebih dari 20 petani yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kami juga harap, dengan banyaknya permintaan, kami juga dapat menjangkau dan membantu petani-petani kecil di daerah untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Ibukota," katanya.

TAGS : Perusahaan Daring Sayurbox Oshin Hernis Bisni Hortikultura




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :