Kamis, 28/05/2020 18:31 WIB

Kejar Swasembada, Balitbangtan Perbanyak Benih Kedelai Biosoy

Kedelai biosoy sendiri merupakan varietas unggul baru (VUB) rakitan Balitbangtan yang memiliki karakter biji besar dengan produktivitas mencapai 3,5 ton per hektare.

Balitbangtan Kementerian Pertanian (Kementan) memperbanyak kedelai biosoy. (Foto: Humas Balitbangtan)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Peneitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tengah memperbanyak benih kedelai biosoy di lima provinsi, yakni Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.

Penanggungjawab lapangan perbanyakan benih biosoy, Dodin Koswanudin menerangkan, perbanyakan benih ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu memproduksi benih dasar (foundation seed/FS), dan memproduksi benih pokok (stock seed/SS).

Dalam memproduksi benih dasar, masing-masing provinsi melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) menyiapkan lima hektare lahan dengan target produksi 6 ton benih dasar.

"Beberapa daerah sudah mulai tanam, bahkan Yogyakarta sudah menanam pada 9-17 Februari lalu. Sulawesi Selatan baru akan menanam pada akhir April karena menyesuaikan jadwal panen padi di sana," ujar Dodin di Kantor Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen), Bogor, Selasa (7/4).

Peneliti Balitbangtan melanjutkan, benih yang sudah dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung produksi pangan dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (AKABI).

"Kita tidak bisa lepas dari direktorat jendral teknis yang memiliki peta lahan, dan di sini kita akan dukung benihnya," kata Dodin.

Merujuk laporan dari masing-masing provinsi, kedelai biosoy yang ditanam menunjukan pertumbuhan yang maksimal. Di Jawa Tengah, kedelai yang ditanam telah memasuki fase berbunga dengan daya tumbuh sekitar 97%.

"Meski intensitas hujan sedang tinggi, namun kondisi kedelai biosoy aman dan normal," ungkap penanggungjawab perbanyakan benih biosoy Jateng, Joko Triastono.

"Melihat pertumbuhan tanamannya seperti ini, Saya optimis calon benihnya nanti bisa mencapai dua ton sehingga ditotalin bisa lebih dari 6 ton per hektar," sambungnya.

Sekadar diketahui, kedelai biosoy sendiri merupakan varietas unggul baru (VUB) rakitan Balitbangtan yang memiliki karakter biji besar dengan produktivitas mencapai 3,5 ton per hektare.

Sebelumnya, Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry mengatakan, kedelai biosoy memiliki ukuran biji besar dan mirip dengan biji kedelai impor yang berbobot sekitar 20 gram per 100 biji.

Dibandingkan dengan varietas yang pernah dilepas sebelumnya, kata Fadjry, kedelai biosoy memiliki produktivitas 14-18% lebih tinggi.

"Produksi benih biosoy terus diperbanyak dan sudah mulai didistribusikan ke petani di Indonesia. Keberhasilan pengembangan kedelai biosoy diharapkan memberi dampak terhadap peningkatan produksi nasional kedelai menuju swadembada dan penghematan devisa nasional," kata Fadjry

TAGS : Sanksi Amerika Serikat Kedelai Biosoy Swasembada Kedelai Fadjry Djufry




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :