Kamis, 28/05/2020 21:43 WIB

Tak Hanya Pelajar, Peternak Pun Kini Bisa Ikut Kelas Online

Baznas melalui Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik tetap berusaha untuk meningkatkan kapasitas peternak mustahik agar bisa bertahan

Ilustrasi Sapi Betina (Rohul Today)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berupaya terus meningkatkan kapasitas peternak di tengah pandemi Covid-19, dengan melakukan pendampingan jarak jauh, melalui kelas online.

Anjuran pemerintah untuk membatasi aktivitas dan menjaga jarak satu sama lain untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, membuat pertemuan tatap muka antara mustahik binaan dan pendamping menjadi berkurang, bahkan ditiadakan.

Sebagai gantinya, Baznas melalui para pendamping memaksimalkan pemanfaatan aplikasi komunikasi di telepon genggam. Kunjungan ke kandang jika terpaksa dilakukan pun sambil tetap menjaga jarak.

Namun demikian, Baznas melalui Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik tetap berusaha untuk meningkatkan kapasitas peternak mustahik agar bisa bertahan di tengah terpaan pandemi ini.

Memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi, keterbatasan melakukan pertemuan tatap muka saat ini membuat Baznas lebih sering menggelar kelas online untuk para pendamping komunitas peternak.

Baznas menyelenggarakan kelas online melalui platform google meet. Setiap Jumat, kelas online untuk meningkatkan kualitas para pendamping peternak ini diadakan. Kelas juga dibuka untuk umum dari pelaku usaha peternakan lainnya.

Aris, salah satu peserta kelas online, sangat menyambut baik kegiatan ini. “Saya berharap minggu selanjutnya dapat diadakan lagi. Saya menunggu-nunggu materi tentang reproduksi,” ujarnya.

Tema yang dibahas seputar pengelolaan usaha peternakan. Tema pertama kelas online ini membahas penggunaan pakan hijauan untuk ternak, yang disampaikan oleh Supervisor Program Pemberdayaan Peternak Baznas, Muhamad Sirajatun Kurniawan.

Bagi peternak, biaya pakan merupakan komponen usaha terbesar. Lebih dari 60% biaya peternakan adalah untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Padahal disisi lain, Indonesia mempunyai kurang lebih 150 jenis hijauan yang masih belum tereksplorasi oleh peternak.

“Peternak harus jeli memanfaatkan sumber pakan hijauan untuk membuat ransum. Sehingga tidak bergantung pada pakan buatan pabrik yang harganya cukup tinggi," jelas Sirajatun.

Sirajatun juga mengatakan bahwa dengan memperhatikan jumlah komposisi yang pas sesuai jenis ternak yang dikembangkan, peternak dapat menghasilkan kualitas pakan yang baik, dengan biaya yang murah.

Sementara itu, Kepala Program Pemberdayaan Peternak Baznas, Ajat Sudarjat, berharap kegiatan kelas online ini bisa jadi ajang berdiskusi bagi pelaku usaha peternakan dan pada akhirnya dapat meningkatkan kapasitas peternak pada umumnya.

“Di tengah kondisi bekerja dari rumah, kita tetap harus produktif dan semangat berbagi ilmu. Kelas online ini sedianya akan rutin kita laksanakan kedepannya, agar tujuan pendampingan kita ke peternak tetap intensif sehingga pengembangan usaha mereka pun tetap terencana baik meski ditengah pandemi, " ujar Ajat menutup pembicaraan.

TAGS : Peternak Hewan Kelas Online Lembaga Baznas




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :