Senin, 25/05/2020 11:30 WIB

Huawei: China Tidak Akan Diam Kami Dibantai AS

Raksasa telekomunikasi tersebut yakin bahwa pemerintah China akan membalas perlakuan curang Amerika Serikat (AS).

Logo Huawei (Foto: China Daily)

Beijing, Jurnas.com - Huawei menyebut 2020 akan menjadi tahun yang paling sulit di tengah pembatasan perdagangan Amerika Serikat, yang menjadi pukulan terhadap penjualan luar negeri sepanjang 2019.

Namun raksasa telekomunikasi tersebut yakin bahwa pemerintah China akan membalas perlakuan curang Amerika Serikat (AS).

Dikatakan, Beijing bisa membalas AS dengan membatasi penjualan chip ke Huawei maupun produk AS lainnya ke China, lalu beralih ke pemasok alternatif di China dan Korea Selatan.

"Pemerintah China tidak akan hanya berdiri dan menyaksikan Huawei dibantai di atas talenan," kata Ketua Eric Xu kepada wartawan pada Selasa (31/3) dikutip dari Reuters.

"Mengapa pemerintah China tidak akan melarang penggunaan chip 5G atau base station yang didukung chip 5G, smartphone dan perangkat pintar lainnya yang disediakan oleh perusahaan Amerika, untuk alasan keamanan dunia maya?"

Amerika Serikat menuduh pemerintah China dapat menggunakan peralatan Huawei untuk memata-matai, sebuah tuduhan yang sudah dibantah oleh perusahaan.

Washington menempatkan Huawei dalam daftar hitam pada Mei tahun lalu, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional, untuk selanjutnya membatasi penjualan barang-barang buatan AS kepada perusahaan itu.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump juga sedang mempersiapkan langkah-langkah lebih lanjut yang akan membatasi pasokan chip ke perusahaan, menurut keterangan sumber anonim kepada Reuters.

Salah satu sumber mengatakan perubahan peraturan itu ditujukan untuk membatasi penjualan chip ke Huawei oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Co, pembuat chip kontrak terbesar di dunia dan produsen utama chip untuk divisi HiSilicon Huawei.

"Bahkan jika situasi yang Anda sebutkan ini terjadi, Huawei dan juga perusahaan Cina lainnya dapat memilih untuk membeli chipset dari Samsung dari Korea, MTK dari Taiwan, dan di China, dan menggunakan perusahaan-perusahaan itu untuk mengembangkan chip," tandas Xu.

TAGS : Huawei Amerika Serikat China




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :