Selasa, 27/10/2020 01:17 WIB

Duh, AS Pangkas Bantuan Kesehatan Yaman

Banyak kelompok kemanusiaan dan beberapa anggota Kongres AS sudah meminta Washington untuk tidak memotong bantuan ke Yaman pada saat pandemi virus corona menyebar di Timur Tengah.

Seorang anak-anak memegang kertas berisi imbauan untuk segera mengakhiri perang di Yaman (Foto: Khaled Abdullah/Reuters)

Washington, Jurnas.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memangkas jutaan dolar untuk program perawatan kesehatan dan bantuan lainnya di Yaman di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona baru di negara Arab yang miskin itu.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusan pada Sabtu (28/3), mengatakan langkah itu adalah tanggapan yang diperlukan atas campur tangan lama oleh pejuang dari gerakan Houthi Yaman.

Pejuang Houthi membela Yaman melawan agresi Arab Saudi dan telah berhasil mendapatkan tanah melawan militan yang didukung asing.

Kampanye militer yang menghancurkan yang dimulai pada Maret 2015, ditambah dengan blokade laut Arab Saudi, telah menewaskan ratusan ribu orang dan menjerumuskan Yaman ke dalam krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Kampanye militer yang dipimpin Arab Saudi juga telah membuka jalan bagi wabah epidemi, terutama kolera, di negara miskin itu.

Banyak kelompok kemanusiaan dan beberapa anggota Kongres AS sudah meminta Washington untuk tidak memotong bantuan ke Yaman pada saat pandemi virus corona menyebar di Timur Tengah.

Situasi sudah mengerikan di Yaman di mana PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) gagal membuka jembatan udara medis kemanusiaan untuk warga sipil yang menderita kondisi yang tidak dapat diobati di dalam negeri.

Para pejabat kemanusiaan mengatakan, keputusan AS akan menciptakan kesenjangan pendanaan besar bagi puluhan program yang dijalankan PBB dan kelompok bantuan swasta, termasuk upaya memasok bantuan sabun dan obat-obatan serta petugas kesehatan ke Yaman.

Mereka takut bahwa populasi Yaman, yang dilemahkan oleh kelaparan dan dikemas ke dalam kamp-kamp pengungsi, akan semakin dihancurkan oleh virus corona.

Sementara Yaman belum mencatat kasus COVID-19 hingga saat ini, kemungkinan wabah mengancam sistem kesehatan negara yang sudah hancur akibat perang.

Sejak dimulainya perang Saudi di Yaman, lebih dari 3,6 juta orang telah diusir dari rumah mereka. Diperkirakan 80% populasi atau sekitar 24 juta warga negara tersebut memerlukan beberapa bentuk bantuan kemanusiaan atau perlindungan, termasuk 14,3 juta yang sangat membutuhkan.

TAGS : Bantuan Yaman Virus Corona Pandemi Global Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :