Rabu, 08/04/2020 08:55 WIB

Giliran Iran Siap Bantu AS Perangi Virus Corona

Republik Islam Iran memiliki kapasitas perawatan kesehatan yang cukup untuk membantu Amerika memerangi wabah virus corona baru (COVID-19).

komandan IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Salami (Foto: Tehran Time)

Teheran, Jurnas.com - Kepala komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Hossein Salami mengatakan, Republik Islam memiliki kapasitas perawatan kesehatan yang cukup untuk membantu Amerika memerangi wabah virus corona baru (COVID-19).

Hal itu disampaikan menanggapi klaim berbagai pejabat Amerika Serikat (AS), termasuk Presiden AS, Donald Trump dan Menteri Luar Negeri-nya, Mike Pompeo, yang menyatakan Washington siap membantu Teheran membendung pandemi virus.

"Ketika orang Amerika mengatakan mereka ingin membantu negara Iran di bawah kondisi ini, itu tidak lain adalah demagogi," kata Salami di sela latihan pertahanan biologis pada Kamis (26/3).

"Mereka sendiri terkendala wabah ini dan infrastruktur kesehatan mereka tidak dapat melindungi rakyatnya terhadap fenomena ini. Jika bangsa AS membutuhkan bantuan, kami dapat memberikan bantuan kepada mereka, tetapi kami tidak membutuhkan bantuan mereka," tambahnya.

Washington beberapa kesempatan, mengulurkan tangan untuk membantu Iran memerangi wabah tersebut. Pompeo menuduh sistem medis Iran sangat lemah dalam pertempuran melawan virus baru.

Pompeo mengatakan kepada program radio Sean Hannity Show pada 18 Maret bahwa AS bekerja dengan rajin untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk Iran. Kami bersedia memastikan untuk memberikan bantuan kemanusiaan ketika kami bisa," katanya.

Iran secara bulat mengecam klaim tersebut sebagai munafik, dengan mengatakan jika AS benar-benar berusaha untuk membantunya, maka Gedung Putih harus mencabut sanksi yang menargetkan Republik Islam.

"Sikap Amerika terhadap bangsa Iran ditandai permusuhan. Mereka tidak pernah condong dengan baik terhadap orang-orang Iran," ujar Jenderal Salami.

Sebagai contoh, ia mengutip bahwa presiden AS menyebut warga Iran sebagai teroris selama masa jabatannya dan memberlakukan sanksi yang mengerikan. "Namun, atas rahmat Tuhan, mereka (AS) untungnya tidak berhasil dalam melakukannya," catat komandan itu.

Salami mengingatkan bagaimana IRGC mengambil langkah untuk menghadapi wabah sejak awal kemunculannya, dengan menyebutkan pendirian sebanyak 10 rumah sakit bergerak dan lapangan di tempat-tempat yang melaporkan infeksi tingkat tinggi di provinsi-provinsi negara tersebut.

IRGC, lanjut Salami, mampu menciptakan lebih banyak rumah sakit seperti itu jika perlu.

Setiap fasilitas seluler yang dijalankan Angkatan Darat dan Angkatan Laut IRGC dilengkapi dengan semua peralatan rumah sakit yang sebenarnya lengkap, dan dapat dengan mudah dipindahkan ke berbagai hotspot virus.

Setelah keadaan darurat wabah di kota Qom di utara-tengah utara, IRGC, pasukan pertahanan elit Iran, menyatakan kesiapan untuk membantu memerangi penyebaran lebih lanjut.

Baru-baru ini, IRGC mulai mengadakan latihan pertahanan biologis baru serta operasi desinfeksi di seluruh negara di tengah peringatan bahwa pandemi coronavirus baru mungkin merupakan hasil dari serangan biologis yang menargetkan negara-negara tertentu. (Press TV)

TAGS : Jenderal Hossein Salami Virus Corona Pandemi Global Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :