Selasa, 26/05/2020 00:36 WIB

Kisah Ojol Belum Pulang Dua Hari gegara Orderan "Anyep"

Uban (39 tahun) di antaranya, mengaku kesulitan mendapatkan penumpang semenjak pemerintah menetapkan masa darurat Covid-19, yang berlaku hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Ilustrasi penyewaan Grab (foto: Google)

Jakarta, Jurnas.com - Pembatasan sosial (social distancing) dan imbauan pemerintah agar masyarakat tetap tinggal di rumah, guna menekan virus corona baru (Covid-19), rupanya membawa mimpi buruk bagi pekerja ojek online (ojol).

Uban (39 tahun) di antaranya, mengaku kesulitan mendapatkan penumpang semenjak pemerintah menetapkan masa darurat Covid-19, yang berlaku hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Kepada Jurnas.com, Uban bercerita bahwa dia sudah dua hari terakhir belum pulang ke rumah di bilangan Lemah Abang, Cikarang, karena mencoba peruntungan di ibu kota.

"Sudah dua hari, tidur di mana aja. Kadang di depan toko, atau numpang. Saya yang penting bisa dapat duit," kata pria paruh baya itu.

Namun alih-alih mengantongi banyak uang, Uban sedih karena hanya mendapatkan satu orderan selama dua hari terakhir. Padahal dia sudah berkeliling di daerah Jatinegara, Matraman, hingga Kuningan.

"Baru satu ini aja. Teman-teman juga sudah ada yang seharian duduk depan stasiun, sampai sore belum dapat satu pun," tutur Uban.

Uban sadar, dia memiliki tanggung jawab untuk menghidupi anak dan istri di rumah. Dia pun yakin istrinya cukup maklum bila sang suami belum sempat pulang.

"Sedih sih, tapi ya harus bagaimana lagi biar anak istri makan. Kalau saya ngojek di Cikarang, di sana lebih sepi lagi. Malah kemarin di sana saya tidak dapat orderan satu pun seharian," ujar dia.

Uban berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu. Dia juga mendoakan agar perekonomian Indonesia bangkit setelah melalui pandemi ini.

TAGS : Ojek Online Virus Corona Covid-19 Orderan Anyep




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :