Rabu, 08/04/2020 09:37 WIB

Lima Tahun Perang Yaman: Iran Kecam Kampanye Berdarah AS

Kementerian Luar Negeri Iran menekankan bahwa Washington harus bertanggung jawab atas andilnya dalam kejahatan yang dilakukan terhadap Warga sipil Yaman.

Seorang anak-anak memegang kertas berisi imbauan untuk segera mengakhiri perang di Yaman (Foto: Khaled Abdullah/Reuters)

Teheran, Jurnas.com - Lima tahun setelah koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan perang terhadap Yaman, Iran menegaskan kembali kecamannya atas kampanye militer yang berlumuran darah yang didukung Amerika Serikat (AS).

Kementerian Luar Negeri Iran menekankan bahwa Washington harus bertanggung jawab atas andilnya dalam kejahatan yang dilakukan terhadap Warga sipil Yaman.

"Kebakaran idiot memasuki tahun keenamnya sementara gagal menghasilkan apa pun selain kehancuran dan pembantaian orang-orang yang tidak bersalah dan tertindas," kata Kementerian tersebut pada Selasa (24/3).

"Perang membuat seluruh Yaman menjadi sepi dan sunyi, mengubahnya menjadi tempat tragedi kemanusiaan terbesar abad ini," sambungnya.

Arab Saudi melancarkan perang pada 26 Maret 2015 untuk mengembalikan kekuasaan kepada mantan pejabat Yaman didukung Riyadh, yang melarikan diri dari negara itu di tengah perebutan kekuasaan.

Perang Arab Saudi yang sudah menewaskan puluhan ribu orang Yaman mendapatkan dukungan senjata, intelijen, logistik, dan dukungan politik yang berkelanjutan dari Washington dan beberapa sekutunya, terutama Inggris.

Senjata-senjata yang dipasok AS dan sekutu lainnya termasuk amunisi presisi bahwa koalisi pimpinan Saudi telah dikerahkan tanpa pandang bulu terhadap daerah-daerah berpenduduk sipil Yaman.

Iran meningkatkan alarm terkait situasi kemanusiaan yang mengerikan di negara itu, mengatakan sebanyak 80% dari populasi Yaman yang terdiri dari sekitar 25 juta wanita dan anak-anak sekarang membutuhkan bantuan kemanusiaan sebagai akibat dari perang.

Dikatakan bahwa AS baru-baru ini bahkan menggalang dukungan dengan meningkatkan kehadirannya di negara miskin itu untuk mencari kubu militer di sana.

AS dan sekutunya, kata Kementerian tersebut harus bertanggung jawab atas kebisuan mereka mengenai kekejaman yang dilakukan terhadap Yaman dan bagian mereka dalam agresi.

"Ini sementara AS telah membuktikan bahwa kehadirannya di salah satu negara regional tidak menghasilkan apa-apa selain rasa tidak aman dan perampasan aset nasional mereka," catat Kementerian.

Pernyataan itu, bagaimanapun, menyuarakan kepastian bahwa Washington pada akhirnya akan menderita kekalahan lagi di Yaman dan meninggalkan negara itu dengan penghinaan. (Press TV)

TAGS : Perang Yaman Arab Saudi Timur Tengah Amerika Serikat Pemerintah Iran Warga Yaman




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :