Jum'at, 30/10/2020 02:29 WIB

Pakistan Gabung China dan Rusia Desak AS Hapus Sanksi Iran

Provinsi Teheran, Isfahan, dan Gilan mencatat jumlah kasus infeksi tertinggi, sementara 13 provinsi mengalami penurunan yang secara signifikan.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan (Foto: Shakil Adil/Reuters)

Islamabad, Jurnas.com - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan meminta Amerika Serikat (AS) menghapus sanksi terhadap Iran di tengah pandemi virus corona atau yang dikenal COVID-19

"Saya akan menekankan dan mendesak masyarakat internasional untuk mencabut sanksi terhadap Iran," kata Khan kepada wartawan, Jumat (20/3) waktu setempat.

"Sangat tidak adil mereka berurusan dengan wabah besar di satu sisi, dan di sisi lain mereka menghadapi sanksi internasional," sambungnya.

Seruan Imran Khan menggemakan protes Rusia, China, serta berbagai organisasi medis dan kelompok hak asasi manusia untuk menyerukan pemerintah AS untuk segera mencabut sanksi terhadap Republik Islam.

Sekadar diketahui, pada hari yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Iran, Alireza Raisi mengatakan jumlah total orang yang terinfeksi virus corona di negara itu sudah mencapai 19.644.

"Dengan 149 kematian baru dalam 24 jam terakhir, jumlah kematian akibat virus tersebut sudah mencapai 1.433. Sayangnya, kami memiliki 1.237 kasus baru sejak kemarin," katanya.

Raisi menyebutkan jumlah orang yang sejauh ini pulih dari dari pandemi virus corona sudah mencapai 6.745.

Ia lebih lanjut mengatakan bahwa Provinsi Teheran, Isfahan, dan Gilan mencatat jumlah kasus infeksi tertinggi, sementara 13 provinsi mengalami penurunan yang secara signifikan.

TAGS : Perdana Menteri Pakistan Imran Khan Virus Corona Pendemi Global Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :