Rabu, 02/12/2020 13:12 WIB

Syahrul Yasin Limpo Klaim Harga Pangan Mahal Karena Panic Buying

Komoditas lain yang juga mengalami kenaikan tapi tidak tercatat dalam PIHPS adalah bawang bombay, yaitu Rp150.000-180.000 per kg.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo memberikan sambutan dalam acara TaniHub di Selasar Basement Gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA) Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (13/3).

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menanggapi mahalnya kebutuhan pokok akhir-akhir ini. Menurutnya mahalnya kebutuhan pokok tersebut karena terjadi Panic Buying.

Hal itu disampaikan di sela acara TaniHub di Selasar Basement Gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA) Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (13/3).

"Terjadi Panic Buying dari masalah yang ada, sementara dari data kita sebenarnya ketersediaannya ada, sampai lebaran Mei," kata Syahrul tanpa merinci stok pangan tersebut.

Syahrul mengatakan, pemerintah akan mengutamakan sumber daya yang ada di dalam negeri. Meski begitu, impor tetap diperlukan bila stok di dalam negeri sulit untuk memenuhi kebutuhan penduduk.

"Kita berusaha menemukan komoditanya itu di mana yang harus dipersiapkan dan lain-lain, termasuk yang tidak ada di Indonesia dan dibutuhkan impor, maka persiapan itu harus di lakukan, mau tidak mau," kata Syahrul.

Menukil Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), sejumlah kebutuhan pokok mengalami lonjakan. Di antaranya, bawang putih ukuran sedang Rp44.550 per kg, minyak goreng curah Rp12.350, gula pasir lokal Rp16.650.

Komoditas lain yang juga mengalami kenaikan tapi tidak tercatat dalam PIHPS adalah bawang bombay, yaitu Rp150.000-180.000 per kg. Kabar baiknya, bawang merah terus merengsek ke zona hijau.

 

 

TAGS : Syahrul Yasin Limpo Harga Pangan Mahal Panic Buying




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :