Minggu, 31/05/2020 11:25 WIB

Wamentan Belanda dan Dirjen Hortikuktura Sepakat Tingkatkan Kualitas Benih Nasional

Kementerian Pertanian Belanda menyatakan mendukung industri perbenihan di Indonesia dan mengapresiasi EWINDO atas kontribusinya memajukan sektor hortikultura di Indonesia melalui penyediaan benih berkualita

Wakil Menteri Pertanian Belanda, Jan-Kees Goet bersama Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengunjungi Perusahaan East West Seed Indonesia (EWINDO) di kawasan Cempaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (12/3).

Purwakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Pertanian Belanda, Jan-Kees Goet bersama Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengunjungi Perusahaan East West Seed Indonesia (EWINDO) di kawasan Cempaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (12/3).

Dalam kunjungan tersebut, Goet dan Prihasto berkeliling melihat sejumlah fasilitas dan lahan pertanian milik EWINDO. Keduanya juga saling bertukar gagasan ihwal prospek pengembangan industri benih nasional.

"Kunjungan Bapak Wakil Menteri Pertanian Belanda hari ini, pertama ingin melihat perkembangan industri benih. EWINDO seperti kita ketahui sudah 30 tahun berkiprah, kontribusinya besar," ujar Prihasto kepada awak media.

Ia menyebut peran perusahaan seperti EWINDO patut diacungi jempol. "Mereka juga komitmen memberdayakan para petani dengan berbagai pelatihan," tambah alumnus Universitas Brawijaya tersebut.

Terkait diskusinya dengan Goet, Prihasto menjelaskan, kedua belah pihak siap membangun sinergi bersama. Utamanya dalam meningkatkan kualitas benih nasional. "Nanti transfer of technology, pelatihan-pelatihan, hingga penelitian untuk benih," ujar Prihasto.

"Di sana (Belanda) memiliki industri benih yang maju, dan banyak tenaga kita yang dilatih di sana. Sekarang bisa lihat PT EWINDO jadi industri benih nasional yang luar biasa, salah satunya berkat andil mereka," sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, dalam diskusi bilateral Direktur Perbenihan Ditjen Hortikultura, Sukarman menambahkan bahwa untuk regulasi perbenihan, importasi benih, dan investasi semuanya dilakukan sesuai UU No 13 Tahun 2010 dan peraturan lainnya yang berlaku.

"Industri perbenihan Indonesia sedang berkembang sehingga membutuhkan investasi teknologi, peningkatan kapasitas serta terobosan bagaimana memproduksi benih secara masal dengan harga kompetitif, sehingga harapannya Belanda dapat bekerjasama melakukan pengembangan teknologi benih baru," jelasnya

Sementara itu, Goet menyatakan mendukung industri perbenihan di Indonesia dan mengapresiasi EWINDO atas kontribusinya memajukan sektor hortikultura di Indonesia melalui penyediaan benih berkualitas.

Ia mengatakan bahwa keberhasilan produksi hortikultura sangat ditentukan oleh penggunaan benih varietas unggul. "Oleh karena itu, ketersediaan benih unggul secara berkelanjutan sangat penting peranannya," ujar Goet.

Goet juga siap membangun kerjasama dengan Indonesia terkait peningkatan kualitas benih. Mulai dari hulu hingga hilir. "Indonesia adalah negara dengan potensi sektor pertanian yang besar. Kita lihat EWINDO saja sudah mampu melayani tujuh juta petani, luar biasa," ujar Goet.

Ia juga berharap, agar kerjasama dalam memajukan industri perbenihan ini berhasil maka perlu dipastikan kesiapan para stakeholder perbenihan, identifikasi kebutuhan dan permasalahan yang akan diselesaikan terlebih dahulu sesuai prioritas nasional termasuk sisi regulasinya. Regulasi yang menghambat investasi diharapkan dapat dikaji ulang.

Komitmen Berdayakan Petani Lewat Benih

Senada, Managing Director EWINDO, Glenn Pardede mengatakan pihaknya bangga untuk kedua kalinya menerima kunjungan dari pejabat tinggi pemerintahan Belanda ini.

Hal ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan atas upaya yang dilakukan oleh sektor swasta, untuk turut memajukan industri hortikultura nasional khususnya di bidang perbenihan.

Glenn menambahkan, pada kunjungan tahun 2013 lalu Menteri Pertanian Belanda saat itu Sharon Dliksma pernah hadir berkunjung ke EWINDO sebagai bentuk perhatian dalam upaya mengembangkan hortikultura di Indonesia.

"EWINDO sendiri dalam tiga tahun terakhir fokus dalam mengembangkan pendidikan vokasi berbasis pertanian dengan memberikan pelatihan budidaya hortikultura," ungkapnya.

"Kami bekerjasama dengan beberapa SMK baik negeri maupun swasta dan melibatkan sebanyak ratusan siswa. Tersebar di wilayah di Kabupaten

Purwakarta dan Subang," sambungnya.Glenn menjelaskan, budidaya pertanian dengan menggunakan benih juga sedang menjadi prioritas dari pemerintah Indonesia. Melalui Kementerian Pertanian, pemerintah mendorong agar petani terutama petani bawang merah beralih menggunakan biji (True Shallot Seed/TSS) dibanding umbi sebagai benih.

Dengan menggunakan benih bawang merah berupa biji petani akan mendapatkan banyak keuntungan dibanding menggunakan cara konvensional yaitu menggunakan umbi.

"Selain lebih murah, penggunaan benih dari biji juga lebih tahan serangan penyakit atau virus dan produksinya bisa meningkat hampir dua kali lipat," katanya.

Glenn optimis melalui penyediaan benih unggul dan pembinaan kepada petani, pihaknya mampu membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kecil.

EWINDO berkomitmen untuk terus melakukan riset guna menghasilkan varietas sayuran tropis hibrida terbaik bagi petani dan masyarakat," tutup Glenn.

TAGS : Jan-Kees Goet Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto Benih Nasional




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :