Minggu, 31/05/2020 10:54 WIB

Turki dan Rusia Sepakat Gencatan Senjata di Suriah

Turki dan Rusia yang selama ini berada di balik kelompok-kelompok yang berseteru dalam perang Suriah menyetujui gencatan senjata

Dari kiri ke kanan: Presiden Iran Hasan Rouhani, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Turki Erdogan (Foto: Aljazeera)

Ankara, Jurnas.com - Turki dan Rusia menyetujui sebagian besar poin kesepakatan gencatan senjata di wilayah Idlib, Suriah. Demikian disampaikan oleh Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada Kamis (12/3) petang, hari ketiga perundingan kedua negara.

Pekan lalu, Turki dan Rusia yang selama ini berada di balik kelompok-kelompok yang berseteru dalam perang Suriah, menyetujui gencatan senjata dan menghentikan eskalasi kekerasan di Idlib.

Perang tersebut telah menggusur hampir satu juta orang, dan membawa kedua negara dekat dengan konfrontasi langsung.

Di bawah perjanjian itu, pasukan Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di sepanjang jalan raya M4 yang menghubungkan timur dan barat Suriah, dan membangun koridor keamanan di kedua sisinya. Delegasi Rusia tiba di Ankara minggu ini untuk membahas rincian perjanjian.

Rusia mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, sementara Turki mendukung pemberontak yang telah melawannya selama hampir sembilan tahun.

"Kami sebagian besar telah mencapai kesepakatan. Saat ini, serangan telah berhenti, gencatan senjata ditahan," kata Akar dalam pernyataannya dikutip dari Reuters.

"Patroli bersama akan dimulai di sepanjang M4 pada 15 Maret. Rekan-rekan kami sedang mendiskusikan detailnya," imbuh dia.

Seorang pejabat senior Turki berharap ada hasil nyata dari diskusi dengan Rusia di Ankara. Turki juga siap untuk membalas pelanggaran yang dilakukan oleh pemerintah Suriah.

"Fakta bahwa kami bergerak sejalan dengan perjanjian membawa harapan untuk masa depan. Kami bergerak maju," kata pejabat anonim tersebut.

Sehari sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Turki tidak akan menghindar dari aksi militer yang lebih kuat di Idlib jika gencatan senjata pecah.

Sementara Menteri Akar juga mengatakan bahwa semua pasukan Turki saat ini masih tetap berada di posisi semula mereka di Idlib.

TAGS : Turki Rusia Perang Suriah Gencatan Senjata




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :