Senin, 26/10/2020 14:57 WIB

Maduro Desak Perempuan Venezuela Lahirkan Lebih Banyak Anak

Menurut statistik Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB), setidaknya 3,3 juta orang sudah meninggalkan negara yang berpenduduk 30 juta sejak akhir 2015.

Maduro menghadiri rapat umum untuk mendukung pemerintahannya di Caracas pada 9 Maret (Foto: Istana Miraflores/Reuters)

Caracas, Jurnas.com - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro meminta perempuan Venezuela untuk melahirkan lebih banyak bayi untuk kebaikan negara, yang menghadapi krisis ekonomi sebagai akibat dari sanksi Amerika Serikat (AS).

"Melahirkan! Melahirkan!" kata Maduro pada acara televisi yang mempromosikan rencana perawatan kesehatan perempuan nasional di Caracas pada Selasa (3/3) malam.

"Setiap wanita harus memiliki enam anak! Semua orang! Demi kebaikan negara! Semoga Tuhan memberkati Anda karena memberi negara itu enam anak perempuan dan laki-laki kecil," sambungnya.

AS dalam beberapa tahun terakhir telah menjatuhkan sanksi ekonomi yang keras terhadap negara itu untuk menekan Maduro untuk mundur, memaksa jutaan rakyat Venezuela meninggalkan tanah air mereka karena kurangnya kebutuhan pokok.

Menurut statistik Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB), setidaknya 3,3 juta orang sudah meninggalkan negara yang berpenduduk 30 juta sejak akhir 2015.

Venezuela juga terguncang oleh kerusuhan politik sejak Januari tahun lalu, ketika politisi oposisi Juan Guaido tiba-tiba menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela, menantang hasil pemilihan presiden 2018, yang dimenangkan Maduro.

Guaido kemudian meluncurkan kudeta yang gagal melawan pemerintah terpilih.

Proklamasi diri Guaido sebagai presiden dan kudeta mendapat dukungan penuh dari Washington. Sejak itu, AS sudah meningkatkan ketegangan terhadap Venezuela yang kaya minyak, dan belum mengesampingkan opsi militer untuk mengambil alih pemerintahan Maduro.

Caracas sudah membentuk pasukan paramiliter untuk membantu tentara reguler mempertahankan negara dari kemungkinan invasi.

Seruan pada Selasa (3/3) Maduro untuk peningkatan populasi negara itu menghadapi kritik dari pihak oposisi.

"Rumah sakit tidak berfungsi, vaksin langka, perempuan tidak bisa menyusui karena mereka kekurangan gizi atau membeli susu formula karena tidak terjangkau, dan negara ini menghadapi migrasi paksa karena darurat kemanusiaan," kata Manuela Bolivar, seorang tokoh oposisi.

TAGS : Sanksi Amerika Serikat Presiden Venezuela Nicolas Maduro Perempuan Venezuela Juan Guaido




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :