Sabtu, 11/04/2020 01:32 WIB

Stand MPR Pamerkan Buku-buku Khusus di Acara Kampung Hukum MA

Dalam laporan capaian kinerja MA yang digelar pada tanggal 25 hingga 26 Februari 2020, MPR ikut berpartisipasi dalam kegiatan ‘Kampung Hukum’. 

Dalam laporan capaian kinerja MA yang digelar pada tanggal 25 hingga 26 Februari 2020, MPR ikut berpartisipasi dalam kegiatan ‘Kampung Hukum’.

Jakarta, Jurnas.com - Sejak tahun 2008, setiap tahun, bertempat di Jakarta Covention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Mahkamah Agung (MA) melaporkan capaian kinerja tahunannya. Dalam acara itu hadir hakim-hakim MA dari seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan itu, lembaga negara yang beralamat di Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta, itu juga rutin menggelar ‘Kampung Hukum’. ‘Kampung Hukum’ adalah pameran yang diikuti oleh berbagai lembaga negara, kementerian, dan lembaga pemerintah dan swasta lainnya yang terkait dengan bidang hukum untuk memamerkan produk-produk hukum dalam buku, kajian, diskusi, informasi, brosur, dan dokumentasi lainnya.
 
Dalam laporan capaian kinerja MA yang digelar pada tanggal 25 hingga 26 Februari 2020, MPR ikut berpartisipasi dalam kegiatan ‘Kampung Hukum’. Menurut Kabiro Humas Setjen MPR, Siti Fauziah, MPR telah lima kali mengikuti kegiatan itu. “Ini yang kelima kita berpartisipasi”, ujarnya.
 
Dikatakan, Stand MPR dalam acara itu memamerkan buku yang berisi kajian, rangkuman, dan tulisan seputar hukum tata negara dari pikiran anggota MPR, Badan Pengkajian, Lembaga Pengkajian (Komisi Kajian Ketatanegaran), serta para pakar dan dosen. “Buku-buku yang ada tidak diperjualbelikan sehingga buku-buku itu tak ada di toko buku”, ujarnya. Sebagai buku yang dikatakan ‘langka’, Siti Fauziah menyebut pastinya buku-buku itu dibutuhkan oleh para hakim yang datang dari berbagai daerah. “Dan kita membagikan buku itu secara gratis, silahkan mengambil”, tuturnya.
 
Ikut dalam acara ‘Kampung Hukum’, menurut Siti Fauziah merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan atau mensosialisasikan MPR, baik tugas, wewenang, dan kelembagaannya; kepada masyarakat. “Apalagi pimpinan MPR saat ini ada 10 orang”, ucapnya. Dalam memperkenalkan MPR selain membagikan buku secara gratis, juga dilakukan quis kepada para pengunjung. Pengunjung yang mau mengikuti quis, diberi pertanyaan seperti hafalan Pancasila, disuruh menyanyikan lagu Indonesia Raya, diberi pertanyaan seputar 4 Pilar MPR, juga diminta menyebutkan siapa-siapa nama pimpinan MPR. Siapa yang benar dan tepat menjawab pertanyaan menurut Siti Fauziah akan diberi hadiah seperti payung, gelas, tumbler, dan hadiah lainnya. “Pokoknya hadiahnya bermanfaat deh”, ujarnya dengan tersenyum. Cara quis dilakukan agar pengunjung tidak bosan dengan metoda yang sudah-sudah, monoton.
 
Dalam pameran yang berlangsung selama dua hari itu, Siti Fauziah bersyukur. Pengunjung yang mendatangi Stand MPR mencapai ratusan orang. “Jadi sangat ramai”, ungkapnya. Tidak hanya mahasiswa, hakim, dan masyarakat lainnya yang berduyun-duyun ke sana. Ketua MA Muhammad Hatta Ali, Ketua MPR Bambang Soesatyo, dan Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono, juga hadir di Stand MPR. “Hari pertama Bapak Hatta Ali mampir ke stand dan beliau antusias karena banyak buku yang dibutuhkan hakim”, ujarnya. “Hari kedua, allhamudillah Bapak Bambang Soesatyo hadir dan beliau mengatakan bangga MPR bisa mengikuti acara itu”, ujarnya. Siti Fauziah mengatakan Bapak Bambang Soesatyo berpesan MPR harus tetap mempublikasikan bukan hanya kegiatan MPR tetapi juga kelembagaannya”, ujarnya. “Bapak Ma’ruf Cahyono juga hadir di sini dan beliau memberi apresiasi”, tambahnya.

TAGS : Kinerja MPR




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :