Rabu, 01/04/2020 06:04 WIB

Fesyen Nuansa Alam Meriahkan Gelaran Fashion Rhapsody

Fashion Rhapsody akan mempersembahkan lebih dari seribu set busana yang berpegangan pada nilai-nilai sustainable fashion

Fashion Rhapsody 2020

Jakarta, Jurnas.com – Empat perancang busana ternama tanah air Ariy Arka, Ayu Dyah Andari, Chintami Atmanagara, dan Yulia Fandy, bersinergi menyelenggarakan deretan busana yang terinspirasi dari alam dan manusia melalui perhelatan Fashion Rhapsody bertema “Harmoni Bumi” yang diselenggarakan di The Tribrata, Jakarta, 26-29 Februari 2020.

Keempat desainer tersebut kembali menyuarakan, sekaligus mengajak pelaku industri fashion Tanah Air untuk bersama-sama mengangkat sustainable fashion menjadi sebuah tren yang digandrungi.

"Fashion Rhapsody akan mempersembahkan lebih dari seribu set busana yang berpegangan pada nilai-nilai sustainable fashion. Sederet penggiat fashion lokal yang memiliki visi dan serupa," kata Chintami Atmanagara.

Fashion Rhapsody berupaya menghadirkan tema yang berbeda setiap harinya, mulai dari Savana (padang rumput), Silk Lagoon (padang rumput dan makhluk hidup), Secret Forest (gambaran eksploitasi bumi), dan Wysteria (harapan baru untuk kehidupan). Seluruh desainer yang akan memamerkan koleksinya di-runway akan menyesuaikan dengan tema sesuai hari.

"Fashion Rhapsody kali ini juga sudah meminimalisasi penggunaan plastik dan menggantikannya dengan kantong ramah lingkungan yang terbuat dari singkong," ujar Ariy Arka pada acara yang sama.

Dalam acara tersebut, tiap-tiap desainer yang turut serta mengikuti daily runway theme yang telah ditetapkan namun bebas menginterpretasikan tema ke dalam karya mereka masing-masing. Tema Savana atau sabana diangkat untuk mengumpamakan wilayah datar terbuka yang didominasi oleh padang rumput.

Karya yang ditampilkan merepresentasikan awal-awal ketika tanah masih kosong belum ditanami apapun. Tema Silk Lagoon diibaratkan sebagai ketika padang rumput mulai ditumbuhi dengan berbagai tanaman. Segalanya bertumbuh dengan cepat. Keragaman karya merepresentasikan padang rumput yang mulai dihuni tetumbuhan, dan mahluk hidup.

Tema Secret Forest merupakan penerjemahan yang menggambarkan saat bumi mulai kelelahan dengan eksploitasi dan campur tangan manusia yang cenderung merusak dan mengakibatkan semakin sedikit lahan hidup yang tersisa. Tema Wysteria diambil untuk menceritakan tentang keadaan alam yang mulai bersemi kembali setelah manusia berhasil melewati masa kelam dan sulit. Hidup baru mulai kembali. Tunas tumbuh memberi harapan baru.

“Kami mengambil tema ini untuk menyadarkan diri kita sendiri bahwa kita perlu berbuat sesuatu untuk menunjukkan kepedulian agar alam menjadi lestari. Mulai dari diri sendri dahulu, meskipun dari hal yang paling sederhana sekalipun. Misalnya mengurangi pemakaian plastik. Untuk desainer mode, sebagai penyumbang limbah bahan paling banyak, tentu perlu dipikirkan untuk mengubah limbah menjadi benda berharga”, ujar Yulia Fandy.

 

TAGS : Fashion Rhapsody Harmoni Bumi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :