Sabtu, 11/04/2020 01:51 WIB

Bebas di Kapal Pesiar Jepang, Masa Karantina Warga AS Diperpanjang

Kapal pesiar Diamond Princess, dengan total 3.700 penumpang, sejauh ini dinyatakan sebagai kasus terbesar di luar China dengan lebih dari 400 orang dinyatakan positif.

Bus yang membawa penumpang Amerika dari kapal pesiar Diamond Princess meninggalkan landasan pacu di Pangkalan Bersama San Antonio-Lackland pada 17 Februari 2020 di San Antonio, Texas. (Foto: AFP)

Washington, Jurnas.com - Lebih dari 300 warga Amerika Serikat (AS) termasuk 14 yang terinfeksi virus corona tiba di AS pada Selasa (18/2). Mereka kembali akan menjalani karantina setelah menghabiskan dua minggu di kapal pesiar Jepang.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, sebanyak 14 orang yang positif virus corona diisolasi di daerah-daerah penahanan khusus di atas dua jet sewaan yang terbang ke pangkalan militer AS. 

Di Pangkalan Gabungan San Antonio di Texas, seorang kru dengan pakaian anti kontaminasi memanjat tangga ke pesawat di landasan pacu di kabut dini. Penumpang kemudian turun dengan mengenakan masker bedah.

Beberapa jam sebelumnya, sebuah jet sewaan terpisah mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Travis di California. Penumpang akan tetap dikarantina selama 14 hari.

Wabah virus corona telah menewaskan 1.770 orang di China dan lima di tempat lain. Pejabat China melaporkan 2.048 kasus lagi pada Senin (7/2), sehingga total keseluruhan menjadi 70.548.

Kapal pesiar Diamond Princess, dengan total 3.700 penumpang, sejauh ini dinyatakan sebagai kasus terbesar di luar China dengan lebih dari 400 orang dinyatakan positif.

Kapal diperintahkan untuk tetap berada di bawah karantina di pelabuhan Yokohama pada 3 Februari setelah seorang pria Hong Kong berusia 80 tahun, yang berada di kapal dari 20 Januari hingga 25 Januari terjangkit virus tersebut.

Beberapa kerabat penumpang mengkritik keputusan untuk mengkarantina penumpang di kapal karena kemungkinan virus itu akan menyebar ke orang yang tidak terinfeksi.

"Bahkan rumah sakit tidak dapat menahan infeksi," Blake Courter, yang orang tuanya, Phil dan Gay Courter, dievakuasi dari kapal, kepada CNN. "Sudah sejak awal posisi kami bahwa itu bukan karantina yang aman."

Dikarantina kembali berarti para penumpang akan menghabiskan total empat minggu terpisah dari seluruh dunia, memaksa keluarga untuk berebut mendapatkan obat-obatan dan persediaan untuk orang yang mereka cintai.

Ashley Rhodes-Courter, saudara perempuan Blake, mengatakan kepada CNN bahwa insulin ibu mereka akan habis seandainya bukan karena upaya luar biasa memasoknya kembali. Tetapi dia mengatakan orang tuanya bersedia menanggung karantina lebih lanjut untuk kebaikan yang lebih besar.

"Mereka tahu bahwa ini adalah pilihan yang bertanggung jawab untuk melindungi ribuan lainnya," kata Rhodes-Courter. "Dan jika itu berarti orangtuaku menggunakan pispot sedikit lebih lama dari yang mereka harapkan, maka mereka bersedia melakukan itu dan mematuhi aturan."

Sebelum kedatangan penumpang yang sakit dari kapal pesiar, para pejabat AS melaporkan 15 kasus di tujuh negara bagian, sebagian besar dari mereka adalah pelancong yang kembali dari China tetapi juga tiga yang dievakuasi dengan pesawat carter AS yang memulangkan warga AS.

Sebelumnya, lebih dari 40 orang AS di Diamond Princess sudah dinyatakan positif, dan pejabat kesehatan AS mengatakan mereka akan tetap di Jepang untuk melakukan perawatan.

300 orang yang dikeluarkan dari kapal dan karena naik pesawat menuju AS dievaluasi oleh staf medis pemerintah AS dan awalnya dianggap tidak menunjukkan gejala dan layak untuk terbang, kata Departemen Luar Negeri.

Tetapi setelah penumpang meninggalkan kapal dan sedang dalam perjalanan ke bandara, pejabat AS menerima pemberitahuan bahwa 14 penumpang dalam kelompok itu dinyatakan positif, kata Departemen Luar Negeri. Semua dites negatif dua hingga tiga hari sebelumnya.

"Orang-orang ini dipindahkan dengan cara yang paling cepat dan aman ke daerah pengurungan khusus pada pesawat evakuasi untuk mengisolasi mereka sesuai dengan protokol standar," kata Departemen Luar Negeri.

Departemen Luar Negeri mengatakan mereka memutuskan untuk mengizinkan 14 warga AS yang sakit untuk pulang setelah berkonsultasi dengan para ahli kesehatan AS. (Press TV)

TAGS : Amerika Serikat Diamond Princess Virus Corona




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :