Sabtu, 11/04/2020 00:37 WIB

Sering Tak Disadari, Ini Gejala Serangan Jantung Diam

Serangan jantung diam, atau yang lebih dikenal dengan nama silent myocardial infarction (SMI), memiliki gejala yang sangat ringan, sehingga orang kerap tidak menyadari bahwa itu terjadi.

Ilustrasi serangan jantung

Jakarta, Jurnas.com - Serangan jantung sudah menjadi salah satu pembunuh paling mematikan di dunia. Kerap kali penderita tidak sadar bahwa dirinya sedang menderita gejala serangan jantung.

Umumnya, serangan jantung memiliki gejala nyeri dada, sesak napas, dan perasaan seperti ada sesuatu yang berat di dada. Tapi tidak selalu begitu.

Serangan jantung diam, atau yang lebih dikenal dengan nama silent myocardial infarction (SMI), memiliki gejala yang sangat ringan, sehingga orang kerap tidak menyadari bahwa itu terjadi.

Dikutip dari Insider pada Selasa (18/2), sebuah penelitian pada 2015 silam yang diterbitkan dalam jurnal Circulation menemukan bahwa, serangan jantung diam atau SMI menyumbang hampir setengah dari semua kasus serangan jantung.

Ahli jantung di Pusat Kesehatan Providence Saint John, Nicole Weinberg, menyebut ada beberapa situasi di mana orang tidak memiliki gejala sebelum terkena serangan jantung diam. Namun ada pula beberapa gejala ringan yang sulit dikenali.

Gejala ini termasuk kelelahan, mulas, rasa tidak nyaman di dada, punggung, atau rahang, dan sesak napas, menurut American Academy of Family Physicians (AAFP).

Sementara serangan jantung tradisional juga memiliki gejala serupa, tetapi sering kali berupa sensasi tekanan atau rasa sakit di dada, lengan, leher, punggung, dan atau rahang.

Selain itu, gejala serangan jantung diam dapat dengan mudah dikira sebagai sesuatu yang lain, seperti gangguan pencernaan, kelelahan, atau bahkan sakit gigi.

Kendati gejalanya tidak terasa parah, Weinberg mengatakan serangan jantung diam sama seriusnya dengan serangan jantung lainnya.

Serangan jantung umumnya terjadi ketika darah tidak cukup mengalir ke jantung. Dan, serangan jantung diam sama berbahayanya dengan serangan tradisional. Ini meningkatkan kemungkinan serangan jantung lainnya, serta potensi gagal jantung.

"Sangat penting untuk membuka arteri jantung yang tersumbat, sehingga kita tidak berada dalam situasi di mana ada penurunan aliran darah dan akhirnya jaringan parut yang akan mengganggu kemampuan seseorang untuk memiliki fungsi jantung yang normal," jelas Weinberg.

Sementara studi Circulation menemukan bahwa serangan jantung diam lebih sering terjadi pada pria ketimbang wanita.

Juga, para peneliti telah menemukan bahwa serangan jantung diam lebih sering terjadi pada orang dewasa yang memiliki riwayat diabetes.

Misalnya, dalam sebuah studi yang diterbitkan pada 2012 di Journal of American Medical Association, 14 persen dari 337 peserta dengan penyakit diabetes, mengalami potensi serangan jantung diam lebih tinggi.

Bila pada serangan jantung tradisional dokter dapat merekomendasikan perawatan yang meliputi operasi, obat-obatan, dan penyesuaian gaya hidup. Serangan jantung diam lebih mengkhawatirkan, sebab penderita tidak mengetahui kapan harus melakukan perawatan dan pencegahan.

TAGS : Serangan Jantung Penyakit Mematikan Seputar Kesehatan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :