Rabu, 19/02/2020 07:07 WIB

Kementan Berhasil Produksi Embrio Sapi Belgian Blue Murni

Sapi Belgian Blue ini digadang–gadang dapat menjadi salah satu cara dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045.

Penampakan Belgian Blue di Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Bogor (Foto: Ist)

Bogor, Jurnas.com -  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) yakni Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang berhasil memproduksi embrio sapi Belgian Blue murni pertama di Indonesia.

"Produksi ini menggunakan dua sapi donor jenis BB murni hasil Transfer Embrio (TE) di BET Cipelang yakni Srikandi dan Arimbi," jelas Direktur Jenderal (PKH), I Ketut Diarmita dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (13/2).

Ketut menjelaskan, produksi embrio sapi BB murni ini dilaksanakan pada 10 Februari 2020 dan berhasil mendapatkan embrio BB layak transfer sebanyak 27 embrio, yang terdiri atas 12 embrio dari Srikandi dan 15 embrio dari Arimbi.

Embrio tersebut dihasilkan dari sapi donor BET Cipelang dengan semen beku BB impor dari Belgia, sehingga embrio yang dihasilkan merupakan embrio BB dengan komposisi darah BB 100%.

"Saya bangga dan senang sekali atas hasil yang dicapai BET Cipelang ini. Ini artinya Indonesia sudah mampu menghasilkan embrio sapi BB murni yang sama dengan embrio BB yang sebelumnya diimpor dari Belgia," ujar Ketut.

Lebih lanjut Ketut mengatakan, embrio yang dihasilkan ini nantinya dapat digunakan untuk transfer embrio di BET Cipelang atau UPT lingkup Kementerian Pertanian, dan produksinya sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan International Embryo Transfer Society (IETS).

Menurutnya, produksi embrio sapi BB murni ini akan mendorong percepatan pengembangan sapi ras baru Belgian Blue, dan berkontribusi pada pencapaian swasembada daging sapi Indonesia.

Sementara itu, Kepala Balai BET Cipelang, Oloan Parlindungan menjelaskan bahwa BET Cipelang juga telah berhasil memproduksi embrio dengan komposisi darah BB 75% dan telah ditransferkan pada sapi resipien di BET Cipelang.

"Sapi hasil TE yang berasal dari embrio BB 75% ini mampu lahir secara normal dan beradaptasi dengan baik di BET Cipelang," imbuhnya.

Program pengembangan sapi BB dilaksanakan sejak tahun 2017. Keunggulan sapi yang berasal dari Belgia ini adalah mempunyai konformasi perototan yang baik dan persentase karkas 20% lebih tinggi dari persentase karkas sapi pada umumnya.  Kandungan lemaknya juga relatif lebih rendah dan memiliki efisiensi penggunaan pakan yang baik.

Menurut Oloan, potensi tersebut merupakan harapan bagi pemenuhan kebutuhan protein masyarakat Indonesia, dan pengembangan Sapi BB ini digadang–gadang dapat menjadi salah satu cara dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045.

 

TAGS : Balai Embrio Ternak Transfer Embrio I Ketut Diarmita Embrio Belgian Blue




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :