Sabtu, 04/07/2020 18:17 WIB

Mendikbud: Dana BOS Tidak Boleh untuk Guru Honorer Baru

Nadiem Anwar Makarim menegaskan bahwa porsi 50 persen dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tidak boleh digunakan untuk membiayai guru honorer baru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menegaskan bahwa porsi 50 persen dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tidak boleh digunakan untuk membiayai guru honorer baru.

Dia menggarisbawahi, peruntukkan dana BOS hanya untuk guru honorer yang memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), belum memiliki sertifikat pendidik, dan terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 31 Desember 2019.

"Enggak boleh buat (guru) honorer baru ya. Itu cuma untuk honorer yang teregistrasi Dapodik 31 Desember 2019," terang Mendikbud pada Rabu (12/2).

Dalam episode ketiga kebijakan Merdeka Belajar, Mendikbud menaikkan porsi hingga maksimal 50 persen bagi sekolah, untuk menggunakan dana BOS sebagai pembiayaan guru honorer.

Padahal dalam regulasi sebelumnya, peruntukkan dana BOS bagi guru honorer hanya 30 persen bagi sekolah swasta, dan 15 persen untuk sekolah negeri.

Nadiem juga mencabut pembatasan alokasi 20 persen dana BOS untuk pembelian buku teks dan non-teks menjadi tidak ada batasan sama sekali.

"Jangan miskonsepsi bahwa 50 persen itu dialokasikan untuk bayar honorer, bukan. Tadinya diperbolehkan sampai dengan 15 persen, sekarang diperbolehkan sampai dengan 50 persen. Kebijakan ini memberikan kebebasan untuk kepala sekolah menentukan apa yang dia pikirkan," ujar Nadiem.

Mendikbud menambahkan, regulasi teranyar ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah pusat, untuk memberikan gaji yang layak bagi guru honorer.

Karena itu dia memberikan kebebasan kepada kepala sekolah untuk menentukan guru honorer yang layak dibayar lebih, sebab jangkauan pemerintah pusat terlalu jauh.

"Memang enggak semuanya layak dibayar lebih, tapi ada yang layak. Siapa yang tahu? Kepala sekolah. Jadi ini hanya langkah pertama, dan ini karena adanya juga enggak terlalu besar," tandas dia.

TAGS : Mendikbud Nadiem Anwar Makarim Guru Honorer Dana BOS




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :