Rabu, 19/02/2020 08:04 WIB

Iran Kembali Gagal Menempatkan Satelit ke Orbit

Satelit pertama Iran diluncurkan pada tahun 2009 dan telah ada yang lain sejak itu, biasanya pada bulan Februari selama peringatan Revolusi Islam 1979.

Ilustrasi Satelit

Jakarta, Jurnas.com - Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran Ahmed Hosseini mengatakan, negeri Para Mullah berhasil meluncurkan roket Simorgh pada pukul 7:15 malam di Spaceport Imam Khomeini di Provinsi Semnan tetapi roket tidak dapat menempatkan satelit komunikasi Zafar 1 ke orbit karena kecepatan rendah.

"Motor stage-1 dan stage-2 dari carrier berfungsi dengan baik dan satelit berhasil terlepas dari carrier-nya, tetapi pada akhir jalurnya tidak mencapai kecepatan yang diperlukan untuk ditempatkan di orbit," kata Hosseini dilansir UPI, Senin (10/02).

Sementara itu, Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi membandingkan peluncuran yang gagal itu dengan beberapa contoh kegagalan peluncuran Amerika Serikat dalam sebuah tweet pada hari Minggu.

"Kegalagalan ini tak masalah, karena Kami masih memiliki lebih banyak Sattlelite Iran besar yang akan datang."

Satelit pertama Iran diluncurkan pada tahun 2009 dan telah ada yang lain sejak itu, biasanya pada bulan Februari selama peringatan Revolusi Islam 1979.

Upaya Minggu menandai kegagalan keempat berturut-turut dari peluncuran satelit Iran yang paling baru didahului dengan peluncuran pada 15 Januari 2019, di mana peluncuran roket berhasil melewati tahap pertama dan kedua tetapi tidak berfungsi pada tahap ketiga.

Para pemimpin internasional telah menyatakan keprihatinan atas program satelit Iran dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut peluncuran Januari 2019 sebagai "tahap pertama dari rudal antarbenua" yang melanggar perjanjian internasional.

Sekretaris Negara A.S. Mike Pompeo juga mengutuk peluncuran pada saat itu. "Berbeda dengan komunitas internasional & UNSCR 2231, rezim Iran menembakkan kendaraan peluncuran ruang angkasa hari ini. Peluncuran ini sekali lagi menunjukkan bahwa Iran sedang mengejar kemampuan rudal yang meningkat yang mengancam Eropa dan Timur Tengah," kata Pompeo.

TAGS : Satelit Iran Luar Angkasa




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :