Jum'at, 07/08/2020 11:07 WIB

WHO: Kasus Kanker Meningkat 81 Persen di Negara Miskin

Kasus kanker akan meningkat sebesar 81 persen di negara berpenghasilan rendah dan menengah pada 2040 mendatang

Kanker payudara (Foto: Ilustrasi)

Jenewa, Jurnas.com - Badan Kesehatan Dunia ( WHO) memperingatkan bahwa kasus kanker akan meningkat sebesar 81 persen di negara berpenghasilan rendah dan menengah pada 2040 mendatang, karena kurangnya investasi dalam pencegahan dan perawatan.

Dalam laporan WHO dikatakan, negara-negara miskin dan menengah cenderung memfokuskan sumber daya yang terbatas untuk memerangi penyakit menular, dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak dari pada memerangi kanker.

"Ini adalah seruan untuk kita semua untuk mengatasi ketidaksetaraan yang tidak dapat diterima antara layanan kanker di negara-negara kaya dan miskin," kata asisten direktur jenderal WHO Ren Minghui pada Selasa (4/2) dikutip dari Reuters.

"Jika orang memiliki akses ke perawatan primer dan sistem rujukan maka kanker dapat dideteksi lebih awal, diobati secara efektif dan disembuhkan. Kanker tidak boleh menjadi hukuman mati bagi siapa pun, di mana pun," lanjut dia.

Laporan yang dirilis bertepatan dengan Hari Kanker Sedunia, 4 Februari 2020 itu menyebutkan bahwa investasi US$25 miliar selama dekade berikutnya dapat menyelamatkan tujuh juta jiwa dari kanker.

"Mengontrol kanker tidak harus mahal," terang Andre Ilbawi dari Departemen untuk Manajemen Penyakit Tidak Menular WHO dalam kesempatan berbeda.

Laporan tahunan menemukan keseluruhan kasus kanker di dunia akan meningkat 60 persen pada 2040 mendatang, dan dikatakan bahwa aktivitas merokok bertanggung jawab atas 25 persen kematian akibat kanker.

Elisabete Weiderpass, Direktur Badan Internasional untuk Penelitian Kanker yang bekerja dengan WHO, menyebut perawatan kanker di negara-negara berpenghasilan tinggi telah menurunkan angka kematian kanker sebesar 20 persen antara 2000-2015. Namun di negara-negara miskin, penurunannya hanya lima persen.

"Kita perlu melihat semua orang mendapat manfaat yang sama," tegas Elisabete.

Bila sebelumnya kanker dianggapp sebagai penyakit di negara-negara kaya, namun sekarang tidak dapat disimpulkan demikian menurut laporan tersebut.

WHO menemukan, satu dari lima orang di seluruh dunia akan menghadapi diagnosis kanker seumur hidup mereka.

"Ini beban global," ujar Ren.

TAGS : Hari Kanker Sedunia WHO




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :