Kamis, 09/04/2020 16:49 WIB

Qantas Setop Penerbangan ke China Mulai 9 Februari

Kebijakan ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh beberapa negara, karena penyebaran virus corona yang mematikan.

Qantas Airlines (Foto: Skift)

Hong Kong, Jurnas.com - Maskapai Qantas Airways akan menyetop penerbangan langsung dari Australia ke China mulai 9 Februari 2020 mendatang.

Kebijakan ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh beberapa negara, karena penyebaran virus corona yang mematikan.

Sementara penerbangan langsung Australia dari Sydney ke Beijing dan Sydney ke Shanghai akan dihentikan hingga 29 Maret.

Penerbangan dari Australia ke Hong Kong tidak akan terpengaruh oleh perubahan itu, sembari menggarisbawahi bahwa penyetopan pada 9 Februari berpeluang dimajukan, tergantung pada permintaan pelanggan.

"Pembatasan masuk ini menimbulkan tantangan logistik yang signifikan untuk mendorong awak mengoperasikan layanan daratan, yang mengarah pada kebutuhan untuk sementara menangguhkan penerbangan ini," kata maskapai itu pada Sabtu (1/2) dikutip dari Channel News Asia.

Qantas sebelumnya menandai rute Sydney ke Beijing, yang diterbangkan lima hari seminggu, akan berakhir pada 23 Februari. Tapi tanggal itu saat ini akan dimajukan menjadi 9 Februari.

Qantas bergabung dengan semakin banyak maskapai penerbangan internasional yang membatalkan atau mengurangi jumlah penerbangan ke daratan China, sebagai akibat dari virus corona.

American Airlines pada Jumat kemarin mengumumkan pembatalan ke Beijing dan Shanghai, kendati tetap terbang ke Hong Kong.

Penerbangan terakhir United dan Delta keluar dari daratan China adalah 5 Februari, dengan pembatalan masing-masing hingga 28 Maret dan 30 April.

Keputusan perusahaan penerbangan Amerika itu mengikuti langkah Air France KLM SA, British Airways, Lufthansa Jerman dan Virgin Atlantic untuk menghentikan penerbangan.

Hampir 10.000 penerbangan telah ditangguhkan sejak pecahnya virus corona di China, menurut perusahaan perjalanan dan analisis data Cirium.

TAGS : Virus Corona China Qantas Airways




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :