Rabu, 12/08/2020 14:24 WIB

Harga Referensi CPO Naik dan Biji Kakao Turun Periode Januari 2020

Harga referensi tersebut meningkat USD 109,97 atau 15,07% dari periode Januari 2020 yang hanya sebesar USD 729,72/MT.

Kelapa sawit (Foto: Tribunnews)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan, harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode Februari 2020 adalah USD 839,69/MT.

Harga referensi tersebut meningkat USD 109,97 atau 15,07% dari periode Januari 2020 yang hanya sebesar USD 729,72/MT.

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 01 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang dikenakan BK

"Saat ini harga referensi CPO berada pada level di atas USD 750/MT. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 18/MT untuk periode Februari 2020," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Februari 2020 sebesar USD 2.544,43/MT turun 1,06% atau USD 27,21 dari bulan sebelumnya, yaitu sebesar USD 2.571,64/MT.

Hal ini berdampak pada penurunan HPE biji kakao pada Februari 2020 menjadi USD 2.256/MT, turun 1,1 persen atau USD 26 dari periode sebelumnya yaitu sebesar USD 2.282/MT.

Penurunan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan menguatnya harga internasional. Penurunan ini tidak berdampak pada BK biji kakao yang tetap 5%.

"Sedangkan untuk HPE dan BK komoditas produk kayu dan produk kulit tidak ada perubahan dari periode bulan sebelumnya," jelas Indrasari.

TAGS : Kementerian Perdagangan Harga Referensi CPO Naik Biji Kakao Turun




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :