Kamis, 24/09/2020 05:36 WIB

Hadir di Turki, PERPAKI Ingin Jadi Solusi Perdagangan Briket Arang Kelapa

Ketua Umum PERPAKI, Yogi Abimanyu usai memaparkan bisnis briket arang kelapa di KJRI Istanbul

Jakarta, Jurnas.com - Berbagai langkah progresif terus dilakukan Perkumpulan Pengusaha Arang Kelapa Indonesia (PERPAKI) guna meningkatkan perdagangan produk briket arang kelapa Indonesia di Turki. Diantaranya melalui relasi dan koneksi yang dimiliki anggotanya.

Diketahui, PERPAKI mulai resmi hadir di Turki dengan mendirikan perusahaan Joint Venture bernama Kaya Sinerji *Ltd.*
 
PERPAKI ingin memastikan kemudahan bagi para pengusaha Turki untuk berbisnis, mendistribusikan dan mengkonsumsi produk briket arang kelapa Indonesia,” kata Ketua Umum PERPAKI, Yogi Abimanyu melalui pesan tertulis yang diterima Jurnas.com, Selasa (28/1/2020).  

Menurut Yogi Abimanyu, sejauh ini, PERPAKI sudah mendapatkan banyak masukan dan keluhan dari kalangan reseller dan kalangan konsumen di Turki. Sebagian mereka mengaku kesulitan untuk membeli langsung briket arang kelapa dari indonesia. 
 
“Sejumlah kendala lain diantaranya lamanya waktu delivery. Jarak geografis yang cukup jauh membuat durasi pengiriman cukup lama. Kedua, soal Payment (pembayaran), pelunasan briket di awal termin yang cukup besar dan beresiko membuat modal belanja atau kerja pengusaha Turki tidak bisa berputar cepat," katanya.

Sementara itu, anggota PERPAKI yang menjadi salah satu pemilik saham Kaya Sinerji *Ltd*, Taufan Algivary, mengaku langkah Perpaki ini akan sangat membantu para pengusaha Turki dalam pengadaan produk briket.

Lulusan Turki ini, bahkan mengaku optimistis, terobosan ini akan membuat perdagangan produk Kelapa Indonesia - Turki akan mengalami peningkatan yang signifikan.  
 
“Bisnis ini akan memperlancar perdagangan diantara 2 negara dan (tentu) tidak menutup kemungkinan berdampak signifikan bagi produk turunan kelapa yang lainnya,” kata Taufan.

KJRI Istanbul menyambut baik inisiatif pendirian perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang briket arang kelapa di Istanbul. Sebab dengan hadirnya perusahaan tersebut, hal itu akan menjadi solusi bagi kendala-kendala yang sering di alami para pengusaha Turki.  

“Tentu untuk memenuhi permintaan masyarakat setempat, serta dapat memberikan kemudahan dan pelayanan maksimal yang pada akhirnya akan menguntungkan pihak eksportir maupun importir,” kata Konsulat Jenderal Istanbul, Imam As’ari.

Di sisi lain, menurut Imam, Indonesia pasti akan diuntungkan dengan meningkatnya angka ekspor plus diversifikasi produk Indonesia yang dapat menembus pasar di Istanbul dan wilayah Marmara.

Sekedar informasi, PERPAKI akan melakukan ekspor perdana briket arang kelapa sebanyak 18 ton atau sebanyak 1 container (20 feet) dengan nilai pasaran di tingkat retailer rata-rata sekitar USD 51 ribu yang direncanakan tiba di Istanbul pada April 2020 mendatang.

Kedepannya, target ekspor per bulan tersebut diprediksi akan terus bertambah dengan jumlah pengiriman sebanyak 3 - 10 container per bulannya.

TAGS : PERPAKI Briket Arang




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :