Rabu, 26/02/2020 16:24 WIB

Menlu RI: Kebutuhan Pokok di Hubei Menipis

Hal ini dikarenakan banyak pertokoan yang tutup akibat penyebaran virus korona di daerah tersebut, yang telah membunuh 100 orang dan menginfeksi 4.000 orang.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan ratusan warga negara Indonesia (WNI) termasuk pelajar di Provinsi Hubei, China kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.

Hal ini dikarenakan banyak pertokoan yang tutup akibat penyebaran virus korona di daerah tersebut, yang telah membunuh 100 orang dan menginfeksi 4.000 orang.

"Masih ada 3-5 hari, oleh karena itu kita berusaha untuk memenuhi kebutuhan logistik ini. Tentunya cara memenuhinya tidak semudah kalau posisi kota itu normal," kata Menlu Retno usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy pada Selasa (28/1) di Jakarta.

Selain kebutuhan pokok yang kian menipis, lanjut Retno, WNI juga harus mengeluarkan ongkos yang lebih tinggi untuk membeli barang keperluan di toko-toko yang masih tersedia.

Karena itu, dia memastikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) tetap menjalin komunikasi dengan otoritas China, serta perwakilan para pelajar, guna memberikan bantuan.

"Kita komunikasi terus dengan mereka, semua hotline terbuka. Dan dari hasil pertemuan dengan perwakilan diplomatik di Beijing, otoritas Tiongkok juga menyiapkan hotline 24 jam bagi warga negara asing yang berdomisili di wilayah yang dikarantina di Provinsi Hubei," jelas dia.

Menlu menambahkan, WNI di Hubei juga memerlukan bantuan masker. Untuk permintaan ini, dia sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk pengiriman masker di China.

"Mereka (BNPB) akan mengirimkan masker melalui Garuda ke Beijing. Dari Beijing, kita sudah kontak layanan pengiriman yang dapat izin dari otoritas Tiongkok untuk masuk ke wilayah karantina itu, sehingga pengiriman masker itu bisa dilakukan," tandas dia.

TAGS : Menteri Luar Negeri Menlu RI Retno Marsudi Virus Korona Provinsi Hubei China




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :