Rabu, 26/02/2020 01:51 WIB

Pengawal Revolusi Islam Iran akan Bikin Pasukan AS Tidak Aman

Perwakilan khusus AS untuk Iran Brian Hook mengancam akan membunuh penerus mendiang Jenderal Soleimani.

komandan IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Salami (Foto: Tehran Time)

Teheran, Jurnas.com - Kepala komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Hossein Salami mengatakan, tidak ada komandan militer Amerika Serikat (AS) yang akan aman di bagian dunia mana pun, jika pemerintah AS terus mengancam para komandan Iran.

Hal itu disampaikan Salami saat berpidato di hadapan pertemuan para komandan Basij pada Senin (27/1).

Ia menanggapi ancaman AS baru-baru ini yang akan membunuh lebi banyak komandan Iran setelah Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds IRGC, dan rekan-rekannya dibunuh atas perintah langsung Presiden AS Donald Trump di Irak pada 3 Januari.

Dalam sebuah wawancara dengan Harian Asharq al-Awsat di sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, perwakilan khusus AS untuk Iran Brian Hook mengancam akan membunuh penerus mendiang Jenderal Soleimani.

"Jika Esmail Qaani mengikuti jalan yang sama untuk membunuh orang AS, maka dia akan menemui nasib yang sama," kata Brian Hook, merujuk pada komandan baru Pasukan Quds anti-teror.

Pada 3 Januari, As membunuh Jenderal Soleimani, antara lain, dalam serangan udara di sebuah bandara di ibukota Irak, Baghdad.

Serangan itu juga menyebabkan martir komandan Unit Mobilisasi Populer (PMU) Irak Abu Mahdi al-Muhandis bersama dengan delapan orang Iran dan Irak lainnya.

"Jika mereka tetap hidup, mereka yang mengancam akan membunuh para komandan kita tentu akan menyesali apa yang mereka katakan," kata Jenderal Salami.

Ia memperingatkan AS, Zionis dan lainnya bahwa jika mereka mengancam para komandan Iran, tidak ada komandan mereka pun yang akan menemukan tempat yang aman.

Maksudku, jika mereka mengancam para komandan kita dengan (tindakan) teror atau menerapkan ancaman mereka, nyawa para komandan mereka tidak akan aman," kata Jenderal Salami.

Ia menambakan, musuh-musuh Iran sudah menghadapi bagian dari konsekuensi menyakitkan dari pembunuhan Soleimani dan memahami akan menerima pukulan menghancurkan dan terus menerus, jika berani mengulangi tindakan agresi tersebut.

"Jika mereka melanjutkan permainan ini, respons kami akan sangat berbeda di masa lalu, dan skalanya juga akan berbeda. Mereka (musuh) akan menghadapi kondisi baru, yang mereka tidak akan dapat mengelola dan mengendalikan," katanya.

Ia mencatat bahwa musuh-musuh Iran selalu menggunakan terorisme dan pembunuhan sebagai senjata melawan Republik Islam. "Alasan lain mengapa mereka mengancam (kita) dengan terorisme adalah kareba sifat rezim memang seperti itu," katanya.

"Rezim AS, rezim Zionis dan rezim-rezim yang merupakan sekutu mereka dan bergantung pada mereka, pada dasarnya adalah rezim teroris dan mereka sekarang dengan jelas menunjukkan kenyataan ini," kata Salami.

TAGS : Agresi Amerika Serikat Qassem Soleimani Hossein Salami




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :