Senin, 17/02/2020 02:33 WIB

Iran Tingkatkan Produksi Minyak

Tingkat pemulihan minyak dari ladang minyak Azadegan, ladang bersama yang terletak di perbatasan dengan Irak, akan meningkat dari 5-6 persen saat ini menjadi sekitar 10 persen.

Pemandangan matahari terbenam di ladang minyak Daqing di provinsi Heilongjiang, China 7 Desember 2018. (Foto: Stringer/Reuters)

Teheran, Jurnas.com - Pemerintah Iran akan meningkatkan jumlah minyak dari ladang utama di provinsi Khuzestan barat daya sebanyak 3,5 miliar barel.

Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh mengatakan, tingkat pemulihan minyak dari ladang minyak Azadegan, ladang bersama yang terletak di perbatasan dengan Irak, akan meningkat dari 5-6% saat ini menjadi sekitar 10%.

Ia membuat menyampaikan hal itu setelah bertemu teknisi dan insinyur dari berbagai pusat penelitian yang dikontrak oleh Kementerian Perminyakan untuk bekerja di ladang minyak di Iran.

Zangeneh mengatakan, Universitas Teheran sudah membuat komitmen terhadap peningkatan tingkat pemulihan (EOR) 10% di Azadegan, ladang dengan cadangan minyak sekitar 33,2 miliar barel.

"Keberhasilan ini akan berarti peningkatan sekitar 3,5 miliar barel minyak dari sumber daya yang dapat dipulihkan di bidang ini yang merupakan angka signifikan," kata Zangeneh pada Minggu (26/1).

Iran sudah memberikan kontrak pada EOR dan masalah teknologi lainnya untuk sembilan ladang minyak ke sebanyak universitas dan perguruan tinggi utama di negara itu.

Zangeneh mengatakan, akademisi di Iran telah menjadi bagian utama dari rencana pengembangan di sektor minyak dan gas dua dekade setelah pemerintah mulai mendanai kursus dan program penelitian tentang masalah ini di universitas-universitas besar Iran.

Pengumuman peningkatan EOR di Azadegan datang sebagai industri minyak Iran di bawah serangkaian sanksi keras Amerika Serikat (AS) yang dimaksudkan untuk menghambat pengembangan sektor ini, terutama dalam aspek teknologi.

Larangan AS sudah secara signifikan mempengaruhi penjualan langsung minyak mentah. Namun, pihaknya menegaskan, sanksi itu gagal menghentikan rencana untuk meningkatkan output karena Teheran berusaha mendapatkan kembali pangsa pasar global setelah sanksi dihapus.

TAGS : Sanksi Amerika Serikat Bijan Namdar Zanganeh Ladang Minyak




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :