Rabu, 30/09/2020 02:55 WIB

Trump Berencana Perluas Larangan Perjalanan ke AS

Negara yang tidak mematuhi persyaratan keamanan, termasuk biometrik, berbagi informasi dan tindakan anti-terorisme, menghadapi risiko pembatasan imigrasi AS.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (Foto: AFP)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menambah tujuh negara, Belarus, Eritrea, Kyrgyzstan, Myanmar, Nigeria, Sudan dan Tanzania ke dalam daftar larangan perjalanan ke Paman Sam.

Wall Street Journal (WJS) melaporkan, beberapa negara akan menghadapi larangan hanya pada beberapa kategori visa. Disebutkan daftar negara terebut belum final dan masih bisa berubah.

Saat melakukan wawancara dengan WSJ, Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menambahkan negara dalam daftar larangan perjalanan ke AS. Namun, ia belum merinci negara tersebut.

Langkah ini kemungkinan akan merusak hubungan antara Washington dan negara-negara yang terkena dampak larangan yang diperluas tersebut. Nigeria, misalnya, ekonomi terbesar Afrika dan negara terpadat, adalah mitra anti aterorisme AS dan memiliki diaspora besar yang tinggal di AS.

Pejabat senior administrasi Trump mengatakan, negara yang tidak mematuhi persyaratan keamanan, termasuk biometrik, berbagi informasi dan tindakan anti terorisme, menghadapi risiko pembatasan imigrasi AS.

Saat ini, yang berada di bawah larangan perjalan tersebut adalah warga Iran, Libya, Korea Utara, Somalia, Suriah dan Yaman, serta beberapa pejabat Venezuela dan kerabat mereka tidak diperbolehkan memperoleh sejumlah besar visa imigran dan non-imigran AS.

Chad juga salah satu negara yang di bawah larangan itu tetapi dihapus pada April 2018.

TAGS : Amerika Serikat Larangan Perjalanan Donald Trump




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :