Jum'at, 25/09/2020 20:28 WIB

Sebelum Berskala Industri, BBM Nabati Biji Karet Perlu Penelitian Ahli

Keterlibatan ahli bisa dari dua sisi, yakni hulu dan hilir.

Pengamat Migas, Dr.Kurtubi

Jurnas.com - Pengamat Migas Dr Kurtubi menyatakan, sebelum diolah dalam skala industri BBM Nabati berbasis biji karet memerlukan penelitian ahli. Keterlibatan ahli bisa dari dua sisi, yakni hulu dan hilir.

"Kalau memang biji karet mengandung kandungan bahan baku minyak solar, perlu ada penelitian dan inovasi lebih kongkrit, " ujar Kurtubi kepada jurnas.com, di Jakarta, Selasa (21/01/2020) malam.

Penelitian dari sisi hulu, lanjut dia, dilakukan di perkebunan karet. Sedangkan di sisi hilir penelitian yang dibutuhkan terkait teknologi untuk mengolah biji karet menjadi BBM.

"Mungkin dari IPB di sisi hulu perkebunannya dan ITB disisi hilir ubtuk teknologi prosesnya," kata Kurtubi.

Penelitian dan Inovasi, menurut Kurtubi harus didukung oleh Pemerintah dan asosiasi produsen karet, serta para ahli. Dukungan dan tindakan ini harus dilakukan sebelum BBM Nabati berbasis biji karet diproduksi dalam skala industri.

Sebelumnya diberitakan, potensi biji karet sebagai bahan baku BBM Nabati kini diseriusi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI). Secara matematis, setiap satu hektare kebun karet bisa menghasilkan 1.000 liter BBM nabati.

Kedua organisasi profesi tersebut mendorong penerapan teknologi bahan bakar nabati berbasis karet alam.

TAGS : Karet BBM Nabati Ahli




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :