Selasa, 07/04/2020 11:02 WIB

Inggris dan AS Sepakat Lindungi Bangkai Kapal Titanic Bersama

karena berada di perairan internasional, bangkai kapal itu sebelumnya hanya dilindungi oleh perlindungan dasar sebagai Situs Warisan Dunia PBB.

foto kapal Titanic sebelum tenggelam (foto: UPI)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah perjanjian antara Inggris dan Amerika Serikat untuk melindungi bangkai kapal RMS Titanic, yang mengatur siapa yang memiliki akses ke situs bersejarah, mulai berlaku Selasa (21/01) waktu setempat.

Menteri Kelautan Inggris Nusrat Ghani menyatakan, perjanjian tersebut berlaku saat keduanya melakukan kunjungan ke Belfast, Irlandia Utara, di tempat di mana Titanic dibangun dan diluncurkan pertama kali pada tahun 1912 silam.

Inggris menandatangani perjanjian itu pada tahun 2003, tetapi belum diratifikasi oleh Amerika Serikat sampai tahun lalu. Menurut ketentuannya, kedua pemerintah memiliki kekuatan untuk memberikan atau menolak lisensi yang mengizinkan masuknya kapal karam atau penghapusan artefak dari sana.

Dilansir UPI, karena berada di perairan internasional, bangkai kapal itu sebelumnya hanya dilindungi oleh perlindungan dasar sebagai Situs Warisan Dunia PBB.

"Perjanjian penting dengan Amerika Serikat untuk melestarikan bangkai kapal itu akan diperlakukan dengan sensitivitas dan rasa hormat kepada lebih dari 1.500 jiwa yang hilang disana," kata Ghani dalam sebuah pernyataan.

"Inggris sekarang akan bekerja sama dengan negara-negara Atlantik Utara lainnya untuk membawa perlindungan yang lebih besar terhadap bangkai kapal Titanic,” tambahnya.

Titanic berlayar dalam pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris, pada 10 April 1912, tetapi menabrak gunung es lima hari kemudian dalam perjalanan ke New York City.

Kemudian tenggelam ke bawah lebih dari dua mil dari permukaan dan tidak ditemukan sampai 1985, sekitar 350 mil laut di lepas pantai Newfoundland. Sejak itu, ribuan artefak dan sebagian lambung kapal telah disembunyikan oleh perusahaan swasta di bawah lisensi eksklusif.

Selama bertahun-tahun, Inggris, Amerika Serikat dan negara-negara lain telah menegosiasikan cara permanen untuk melindungi bangkai kapal. Ghani mengatakan dia berharap untuk membujuk Kanada dan Prancis agar juga menandatangani perjanjian tersebut.

TAGS : Kapal Titanic Amerika Serikat Pemerintah Inggris




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :