Senin, 17/02/2020 03:10 WIB

Konferensi Libya di Berlin Setujui Gencatan dan Embargo Senjata

Pihak-pihak yang bertikai juga sepakat untuk menunjuk anggotanya ke komisi militer dengan lima anggota dari masing-masing pihak seperti yang diinginkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memantau implementasi gencatan senjata.

Kanselir Jerman, Angela Merkel (Foto: Financial Tribune)

Berlin, Jurnas.com - Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan, konferensi perdamaian Libya di Berlin menyepakati langkah baru untuk mendukung gencatan senjata dan embargo senjata.

Berbicara pada konferensi pers di akhir konferensi yang mempertemukan kekuatan-kekuatan dunia dan aktor-aktor regional, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Merkel mengatakan, semua peserta sepakat tidak ada solusi militer untuk konflik Libya.

"Kami mencapai kesepakatan tentang rencana komprehensif. Kami juga menyetujui langkah baru untuk secara ketat mulai melakukan embargo senjata," katanya.

Merkel mengatakan, pihak-pihak yang bertikai juga sepakat untuk menunjuk anggotanya ke komisi militer dengan lima anggota dari masing-masing pihak seperti yang diinginkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memantau implementasi gencatan senjata.

Sejak mendiang penguasa Muammar Gaddafi terguling pada 2011, dua kursi kekuasaan muncul di Libya: panglima perang Khalifa Haftar di Libya timur, yang didukung Mesir dan UEA dan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) di Tripoli, yang diakui PBB dan komunitas internasional.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan, "Berkat pertemuan Berlin, hari ini dimungkinkan untuk menerima lima delegasi militer dari pihak Marshall Hafta. Kami sudah memiliki tiga, dan sekarang kami memiliki dua lagi di sisi LNA."

"Jadi, kita sekarang dalam kondisi untuk bersidang di komite militer Jenewa beberapa hari ke depan. Negara anggota, bersama dengan organisasi regional dan internasional sudah mengirim sinyal kuat bahwa kami berkomitmen penuh mendukung resolusi damai krisis Libya," sambungnya.

Ia menyoroti tiga poin yang diangkat pada KTT, dengan mengatakan: "Pertama, saya tidak bisa menekankan kesimpulan KTT bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik di Libya. Semua peserta berkomitmen menahan diri dari campur tangan dalam konflik bersenjata atau urusan internal Libya. "

"Kedua, kami meminta semua aktor untuk menahan diri dari kegiatan apa pun yang memperburuk konflik," kata Guterres yang juga mendesak semua pihak untuk menerapkan embargo senjata Dewan Keamanan PBB.

"Ketiga, kembalinya proses politik sangat penting," kata Guterres.

Pemerintah Libya yang diakui secara internasional di Tripoli telah diserang oleh Haftar sejak April lalu, merenggut nyawa lebih dari 1.000 orang. Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA), pendukung utama Haftar, telah dikecam keras oleh pemerintah Libya yang sah karena memicu konflik.

Menjelang konferensi, Erdogan, pemimpin penting dalam pertemuan itu, menegaskan kembali dukungan kuat Turki untuk pemerintah Libya yang diakui secara internasional.

Ia juga mengecam Mesir, UEA dan Arab Saudi karena mendukung pasukan Haftar, yang, konon berupaya melakukan kudeta di negara itu.

TAGS : Gencatan Senjata Konferensi Perdamaian Libya Muammar Gaddafi Sekjen PBB Antonio Guterres Kanselir Je




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :