Minggu, 29/03/2020 18:37 WIB

AS Sumber Kekacauan di Asia Barat

Ada hampir 66.000 tentara Amerika di Asia Barat. Masa depan mereka sekarang tergantung pada keseimbangan setelah sentimen anti-Amerika yang diperbarui di wilayah tersebut. 

Warga Pakistan protes agresi Amerika Serikat (Foto: Press TV)

Islamabad, Jurnas.com - Ribuan warga Pakistan memprotes Amerika Serikat (AS) di Islamabad pada Minggu (12/1). Akasi tersebut menyusul agresi AS yang menewaskan komandan tinggi Iran Letnan Jenderal Qasem Soleimani, kepala Pasukan Quds IRGC di Irak awal bulan ini.

Para pengunjuk rasa, yang berasal dari berbagai bagian Pakistan, percaya bahwa kehadiran militer AS di Asia Barat telah menjadi sumber destabilisasi yang masih tersisa di seluruh kawasan.

Karena itu, demonstran bersumpah untuk mengakhiri kehadiran militer AS di seluruh wilayah yang mereka yakini, hanya membantu menyerbarluaskan ekstremisme dan terorisme.

Ada hampir 66.000 tentara Amerika di Asia Barat. Masa depan mereka sekarang tergantung pada keseimbangan setelah sentimen anti-Amerika yang diperbarui di wilayah tersebut.

Para pengunjuk rasa juga meminta Pakistan untuk tidak bekerja sama dengan Pentagon jika terjadi kemungkinan konfrontasi militer di wilayah tersebut.

Para analis mengatakan bahwa Pakistan telah belajar pelajaran pahit tentang mendukung apa yang disebut perang AS melawan teror di Afghanistan, efek limpahan yang telah menyebabkan kerugian besar manusia dan ekonomi.

Dan karena itu, Islamabad berjanji tidak akan membiarkan orang Amerika menggunakan tanahnya melawan tetangganya.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi melakukan kunjungan kenegaraan ke Iran dan Arab Saudi. Kunjungannya bertujuan untuk mendorong dialog antara kedua negara mengingat situasi yang memanas di wilayah tersebut.

TAGS : Agresi Amerika Serikat Donald Trump Demonstran Pakistan Qassem Soleimani.




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :