Kamis, 04/03/2021 13:12 WIB

Asosiasi Produsen Baja Iran Sebut Sanksi AS Tak Mempan

Buruh sedang bekerja diperusahaan baja di Shanghai (Foto: Reuters)

Teheran, Jurnas.com -  Sanksi baru Amerika Serikat (AS) yang diberlakukan menyusul ketegangan baru-baru ini antara kedua negara akan gagal mempengaruhi pertumbuhan di sektor pertambangan dan logam Iran saat ini.

"Putaran baru sanksi tidak akan menyebabkan perubahan substansial dalam kondisi produsen baja dan industri yang ditargetkan lainnya," kata anggota dewan di Asosiasi Produsen Baja Iran (ISPA), Bahador Ehramian pada Minggu (12/1).

"Itu karena AS sudah memasukkan seluruh industri (logam) Iran dalam bidang sanksi," kata Ehramian kepada agen IRNA.

Washington memberlakukan sejumlah larangan luas terhadap perdagangan logam Iran pada Mei 2019, tepat setahun setelah negara itu memutuskan menarik diri dari kesepakatan nuklir besar antara Iran dan kekuatan internasional.

Larangan perdagangan logam datang menyusul sejumlah sanksi keras yang dikenakan pada penjualan minyak dan gas Iran secara tradisional menyumbang sebagian besar pendapatan negara selama bertahun-tahun.

Namun, tidak seperti sanksi minyak, larangan logam sebagian besar gagal menghentikan pertumbuhan ekspor Iran dari berbagai produk pertambangan karena kargo biasanya dikirim melalui negara ketiga, sehingga sulit bagi AS menemukan asal dari pengiriman.

Sebuah laporan baru-baru ini Kementerian Industri Iran menunjukkan, ekspor baja melonjak hampir seperempat tahun ke tahun antara Maret dan November 2019 hingga mencapai 7,8 juta ton atau sekitar USD3 miliar.

Awal pekan lalu, Presiden AS, Donald Trump mengatakan akan memberlakukan sanksi keras baru terhadap Iran setelah menembakkan rudal ke pangkalan AS di Irak dalam menanggapi pembunuhan Washington terhadap seorang komandan militer Iran 3 Januari.

Reza Shahrestani, anggota dewan lainnya di ISPA, mengatakan bahwa larangan baru hanya akan memberikan sedikit lebih banyak pengaruh kepada pelanggan Iran ketika ingin mematangkan harga.

"Sanksi itu akan sedikit meningkatkan daya tawar para pelanggan sementara itu diharapkan mereka akan membuat sulit untuk mentransfer uang," kata Shahrestani.

Peningkatan ekspor Iran dari berbagai produk pertambangan terjadi terlepas dari kenyataan bahwa negara itu mempertahankan beberapa tarif keras untuk ekspor logam mentah, termasuk bijih besi.

Kebijakan ini sebagian besar bertujuan untuk memungkinkan pabrik dan pabrik peleburan di seluruh negeri guna meningkatkan output dan produk ekspor yang dapat menghasilkan lebih banyak mata uang bagi pemerintah.

TAGS : Sanksi Amerika Serikat Asosiasi Produsen Baja Bahador Ehramian Donald Trump




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :