Senin, 24/02/2020 16:05 WIB

2020, Pertamina Diharapkan Berani Ambil Risiko

Untuk mencapai itu, perusahaan harus lebih berani melakukan eksplorasi di wilayah-wilayah lapangan baru.

Ilustrasi

Jakarta, Jurnas.com - Memasuki 2020, PT Pertamina (Persero) diharapkan lebih berani mengambil risiko guna mengeksplorasi wilayah baru. Upaya ini perlu dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan pencapaian lifting 2019.

"Saya mengapresiasi hasil pencapaian Pertamina yang berhasil melampaui target (lifting) tahun lalu. Untuk itu, tahun 2020 ini saya harap Pertamina bisa lebih agresif dan berani mengambil resiko (taking risk) untuk melakukan eksplorasi di wilayah-wilayah lapangan baru,” kata Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, M. Kholid Syeirazi di Jakarta, Minggu (12/01/2020).

Menjelang akhir 2019, lifting minyak Pertamina melalui Pertamina EP mencapai 29.939.653 BBL dan Gas 272.954 MMSCF. Khusus untuk Pertamina EP Asset 3, berhasil memproduksi 13,092 BOPD atau setara dengan 100,6 persen target WP&B, adapun produksi gas mencapai 262 MMSCFD.

Kholid yakin pada 2020 Pertamina bisa lebih meningkatkan lifting. Namun, untuk mencapai itu, perusahaan harus lebih berani melakukan eksplorasi di wilayah-wilayah lapangan baru.

Kholid menambahkan, pencapaian itu tak bisa lepas dari penerapan teknologi dan sumber daya manusia (SDM) yang digunakan oleh perusahaan gas negara ini. Namun, penggunaan teknologi tinggi, akan berdampak tingginya cost produksi Pertamina.

Selain itu faktor alih tugas sejumlah lapangan atau blok migas, jadi pemicu keberhasilan Pertamina di tahun lalu.

"Faktor alih tugas ini menambah jumlah produksi Migas, salah satunya Blok Cepu yang memberikan kontribusi cukup besar bagi Pertamina. Tak hanya Pertamina, produksi Blok Cepu ini juga memberikan kontribusi bagi produksi migas Nasional," katanya.

 

 

TAGS : Pertamina Lifting Migas




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :