Sabtu, 26/09/2020 00:02 WIB

Iran: Kami akan Unduh Kotak Hitam Pesawat Ukraina Sendiri

Teheran mengatakan kemungkinan akan meminta bantuan Rusia, Kanada, Prancis, atau Ukraina dalam penyelidikan yang bisa selesai satu atau dua tahun.

Tim penyelamat bekerja di tengah puing-puing pesawat Ukraina yang jatuh di dekat Bandara Internasional Imam Khomeini di ibukota Iran, Teheran, pada 08 Januari 2020, menewaskan semua penumpang. (Foto: IRNA)

Teheran, Jurnas.com - Pemerintah Iran mengatakan, pihaknya akan mengunduh rekaman kotak hitam pesawat Ukraina yang jatuh di Teheran. Penyelidikan dilakukan setelah beberapa negara menduga pesawat itu jatuh karena dihantam roket.

Iran mendapatkan tekanan internasional di tengah berselisih dengan Amerika Serikat (AS).  Pekan lalu, Washington membunuh jenderal Iran, Qassem Soleimani di Irak. Silisi beberapa hari, Iran menghujani roket pangkalan AS di Irak.

Iran menyangkal Boeing 737-800 jatuh karena rudal berdasarkan suara dan rekaman data penerbangan di TV negara pada Jumat (10/1). Untuk mengekstraksi data tersebut butuh waktu satu atau dua bulan ke depan.

Fars melaporkan, pada Sabtu (11/1) Iran akan mengumumkan alasan kecelakaan itu. Pengumuman akan dilakukan setelah pertemuan komisi Iran yang berfokus pada kecelakaan udara, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sebelumnya, Teheran mengatakan kemungkinan akan meminta bantuan Rusia, Kanada, Prancis, atau Ukraina dalam penyelidikan yang bisa selesai satu atau dua tahun.

"Kami lebih suka mengunduh kotak hitam di Iran. Tetapi jika kami tidak mampu melakukannya karena kotak-kotak itu rusak, maka kami akan meminta bantuan," kata kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Ali Abedzadeh pada konferensi pers di Teheran.

Penerbangan Ukraine International Airlines ke Kiev dari Teheran jatuh pada Rabu (8/1) pagi. Kejadian itu hanya selisih beberapa jam setelah Iran menghujani rudal pangkalan udara AS di Irak.

Sebanyak 176 orang di dalam pesawat itu tewas. Sebagian besar adalah warga Iran atau yang berdarah Iran-Kanada.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau menuding rudal darat-ke-Iran yang menghantam pesawat tersebut. Meskipun, ia menekankan bahwa kemungkinan insiden itu  tidak disengaja.

"Kami yakin bahwa kemungkinan pesawat itu ditembak jatuh rudal Iran," kata Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo pada briefing tentang tambahan sanksi AS terhadap Iran.

"Kami akan membiarkan penyelidikan berlangsung sebelum kami membuat keputusan akhir," tambahnya ketika Washington juga mengumumkan keringanan sanksi bagi penyelidik kecelakaan.

Ukraina dan Kanada telah sepakat untuk mendorong penyelidikan obyektif terhadap kecelakaan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan setelah berbicara dengan Trudeau.

"Seharusnya tidak ada spekulasi tentang tragedi itu; Ukraina dan Kanada akan menggunakan semua cara yang memungkinkan untuk mengadvokasi penyelidikan yang objektif dan komprehensif," tulis Zelenskiy di akun Twitternya.

TAGS : Kecelakaan Pesawat Boeing 737-800 Vadym Prystaiko




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :