Rabu, 21/04/2021 08:49 WIB

Sentil Trump, Menlu Zarif: Bukan Peralatan Militer yang Kuasi Dunia

Dalam pidatonya yang mengikuti serangan rudal pembalasan Iran terhadap dua pangkalan AS di Irak pada Rabu (8/1), Trump membual tentang tentara AS dan peralatan militer.

Menteri Luar negeri Iran Mohammad Javad Zarif

Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang terus-menerus membual tentang ukuran militer AS dan peralatan canggihnya.

Dalam sebuah unggahan di akun Twitter-nya, Zarif menanggapi Trump, yang baru-baru ini membual tentang ukuran tentara AS dan senjata canggih serta peralatan militer yang dimilikinya.

Dalam unggahannya pada Minggu (5/1), Trump mengancam, jika terjadi serangan terhadap pangkalan AS atau warga negaranya, beberapa peralatan militer AS yang canggih yang diperoleh selama tiga tahun terakhir akan dikirim dan tanpa ragu-ragu.

Kicauan itu hanya beberapa hari setelah pesawat tanpa awak AS membunuh komandan senior Iran, Letnan Jenderal Qassem Soleimani dan sejumlah rekannya di Irak.

Dalam pidatonya yang mengikuti serangan rudal pembalasan Iran terhadap dua pangkalan AS di Irak pada Rabu (8/1), Trump membual tentang tentara AS dan peralatan militer.

"Rudal kami besar, kuat, akurat, mematikan, dan cepat. Dalam pembangunan banyak rudal hipersonik," kata Trump, meskipun ia mundur dari ancaman aksi militer terhadap Iran sebelumnya.

Sebagai tanggapan, Zarif meremehkan gertakan Trump tersebut. "Peralatan militer yang canggih tidak akan mengusai dunia: orang-oranglah melakukannya," kicau Zarif yang dilangkapi video wawancara dengan CNN di sela-sela Forum Dialog Teheran 2020 pada Selasa (7/1).

"Donald Trump harus menyadari bahwa AS telah diberi informasi yang salah. Dan orang-orang di wilayah kami ingin Gedung Putih keluar," sambungnya.

Pada media yang sama, beberapa hari setelah pembunuhan Jenderal Soleimani, Zarif mengatakan, tidak akan melakukan negosiasi dengan AS. Namun, penyarankan Paman Sam untuk meminta maaf.

"Tidak perlu berbicara. Dia harus menyadari bahwa dia telah diberi informasi yang salah. Dan dia harus bangun, dan meminta maaf. Dia harus meminta maaf, dia harus mengubah arah," katanya.

"Apakah (Trump) membuat orang Amerika lebih aman? Apakah orang Amerika merasa lebih aman, atau lebih disambut di wilayah ini?" Tanya Zarif, menyinggung pengeluaran besar AS untuk perang Timur Tengah.

Wawancara Zarif dilakukan pada hari yang sama bahwa Parlemen Iran dengan suara bulat mengeluarkan mosi yang meminta Pentagon dan semua anak perusahaan teroris setelah pembunuhan yang ditargetkan AS Jenderal Soleimani.

TAGS : Agresi Amerika Serikat Donald Trump Javad Zarif Qassem Soleimani




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :