Minggu, 23/02/2020 14:58 WIB

Stok Cabai dan Bawang Merah Nasional Januari-Maret Aman

EWS ini diperlukan sebagai dasar kebijakan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah antisipasi dan juga mitigasi resiko.

Tampak seorang ibu sedang memesan cabai di salah satu pasar (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura mengembangkan instrumen yang mampu memprediksi ketersediaan dan harga selama tiga bulan ke depan yang dikenal dengan Early Warning System (EWS).

Sistem tersebut mampu menjadi alat peringatan dini atas kejadian yang dapat terjadi beberapa bulan ke depan khususnya cabai dan bawang merah. EWS ini diperlukan sebagai dasar kebijakan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah antisipasi dan juga mitigasi resiko.

Hal ini kembali ditegaskan oleh Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto saat dikonfirmasi mengenai antisipasi pemerintah menjaga stock cabai dan bawang merah di tengah musim hujan ini.

"EWS ini diakui telah bekerja sangat baik terutama menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru) lalu di mana stock bawang merah nasional bulan November-Desember diprediksi turun serta harga cenderung naik. Kami sudah mengetahuinya sejak September lalu," ujar Anton.

Anton menambahkan, pemerintah telah mewaspadai kecenderungan ini sehingga tindakan preventif seperti pertambahan luas tanam di sentra utama terus dilakukan.

"Hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Nataru tanpa gejolak harga yang berarti," ungkapnya senang.

Memasuki musim penghujan yang mundur di awal 2020, peemerintah pun kembali memantau EWS cabai dan bawang merah periode Januari sampai Maret untuk pemenuhan kebutuhan non substitusi 267 juta penduduk Indonesia.

Berdasarkan data EWS diketahui Kebutuhan nasional Januari-Maret 2020 diperkirakan mencapai 338.542 ton. Sedangkan produksi bawang merah diperkirakan mencapai 350.967 ton.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Sukarman, yang dihubungi di kediamannya menerangkan, jika ditambah dengan stock akhir Desember 2019 dalam bentuk konde kering panen sebesar 170.669 ton, maka neraca kumulatif ketersediaan bawang merah nasional yaitu 206.777 Ton (Januari), 206.375 Ton (Februari) dan 183.094 Ton (Maret).

"Ketersediaan bawang merah Nasional dipastikan surplus dan aman," jelas Karman, panggilan akrabnya. Dirinya menyebutkan bawang merah nasional ditopang tiga provinsi utama yaitu Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan serta di dukung ketersediaan dari Jawa Barat dan NTB.

Karman juga menyebutkan untuk memenuhi kebutuhan bawang merah masyarakat Jabodetabek yang mencapai 28 juta orang dengan total konsumsi Januari-Maret 2020 sebesar 41.351 Ton dapat dipenuhi dari 16 sentra utama dengan total produksi 223.711 Ton.

"Sentra pemasok yang dimaksud antara lain Bandung,Garut, Cirebon, Majalengka, Grobogan, Pati, Demak, Temanggung, Brebes, Kulonprogo, Malang, Probolinggo, Nganjuk, Pamekasan, Lombok Timur dan Bima," rincinya.

Kebutuhan konsumsi nasional untuk cabai besar mencapai 254.670 ton dan produksi sebesar 281.712 ton atau surplus sebesar 27.042 ton.

Cabai rawit 238.189 ton, produksi diperkirakan mencapai 258.969 ton atau surplus 20.780. Surplus bulan Januari untuk aneka cabai hanya berkisar 2- 3 ribu ton sehingga dimungkinkan adanya penurunan pasokan.

TAGS : Early Warning System Ditjen Hortikultura Harga Cabai




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :