Rabu, 20/01/2021 23:06 WIB

Ngeri, Putri Soleimani Ancam Bantai Tentara AS

Putri sang jenderal, Zainab, dalam kerumunan peziarah mengecam Washington dan mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap tentara AS yang ada di Timur Tengah.

Ayatullah Ali Khamenei menangisi gugurnya Jenderal Besar Qassem Soleimani (Foto: AP)

Teheran, Jurnas.com - Jutaan peziarah yang memadati ibu kota Teheran menangis, meratapi gugurnya komandan Pasukan Quds, Jenderal Qassem Soleimani, di tangan serangan udara Amerika Serikat (AS).

Sementara putri sang jenderal, Zainab, dalam kerumunan peziarah mengecam Washington dan mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap tentara AS yang ada di Timur Tengah.

"Keluarga para prajurit Amerika di Asia barat ... akan menghabiskan hari-hari mereka menunggu kematian anak-anak mereka," kata Zainab di depan para peziarah pada Senin (6/1).

Televisi pemerintah Iran juga membagikan video warganet di Twitter yang menampilkan bendera Amerika dan Presiden AS Donald Trump, yang dibakar atau digunakan sebagai pembungkus peti mati, dengan tanda pagar (tagar) #severerevenge.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berdoa atas peti mati Soleimani, dan pasukan lainnya yang terbunuh dalam serangan AS.

Khamenei, yang memiliki hubungan dekat dengan Soleimani, tampak menangis selama sesi pembacaan doa, diikuti oleh ratapan para peziarah yang emosional.

Pengganti Soleimani, Esmail Ghaani berdiri di dekat sisi Khamenei, seperti halnya Presiden Iran Hassan Rouhani dan para pemimpin penting lainnya di Republik Islam.

Diketahui, selain berjanji melakukan serangan balasan, Teheran juga mengumumkan bakal meninggalkan aturan perjanjian nuklirnya 2015.

Sedangkan di tempat lain, parlemen Irak menyerukan pengusiran semua tentara asing, termasuk ribuan pasukan Amerika dari tanah Irak.

TAGS : Iran Qassem Soleimani Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :