Jum'at, 27/11/2020 01:50 WIB

Trump Ancam Serang Iran Secara Tak Proporsional

Gertakan Trump itu disampaikan di akun Twitternya pada Senin (6/1), beberapa hari setelah memerintahkan secara langsung pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani di ibukota Irak, Baghdad.

Presiden AS Donald Trump menghadiri Piknik Kongres di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, DC, pada 21 Juni 2019. (Foto: AFP)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, AS akan menyerang balik ke Iran dengan cara yang tidak proporsional. Itu disampaikan di tengah ketegangan yang meningkat antara Teheran dan Washington.

Gertakan Trump itu disampaikan di akun Twitternya pada Senin (6/1), beberapa hari setelah memerintahkan secara langsung pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani di ibukota Irak, Baghdad.

"Unggahan ini akan mengingatkan Kongres AS, jika Iran menyerang orang atau target AS, Amerika Serikat akan dengan cepat & sepenuhnya menyerang balik, & mungkin dengan cara yang tidak proporsional. Pemberitahuan hukum semacam itu tidak diperlukan, namun diberikan!," ujar Trump di akun Twitternya.

Dengan Iran bersumpah untuk membalas serangan pengecut pada waktunya, ada kekhawatiran di Amerika Serikat tentang eskalasi ketegangan tidak rasional Trump di wilayah tersebut.

Pemimpin Senat dari Demokrat, Charles Schumer mengatakan kepada ABC akan melakukan semua hal untuk menghidari perang besar.  "Kami membutuhkan Kongres untuk memeriksa pernyataan Trump ini," kata Schumer.

Demokrat Kongres juga menyatakan skeptis terhadap bukti disebut administrasi Trump untuk membenarkan pembunuhan Jenderal Soleiman yang diklaim sedang menyusun rencana untuk menyerang AS.

"Saya pikir kami belajar dengan cara yang sulit, Chris, di Irak, dalam perang Irak, bahwa pemerintah kadang-kadang memanipulasi dan memilih kecerdasan untuk meningkatkan tujuan politik mereka. Itulah yang membuat kami terlibat dalam perang Irak," kata Senator Demokrat Chris Van Hollen kepada Berita Fox.

Sementara itu, pejabat militer AS mengatakan kepada Politico bahwa Pentagon telah mengerahkan satuan tugas pasukan operasi khusus yang mencakup Rangers Angkatan Darat ke Timur Tengah.

"Saya mengatakan bahwa mereka memiliki kewajiban untuk menyajikan bukti," kata Van Hollen. "Semua orang tahu bahwa Soleimani adalah orang yang sangat jahat dan tercela," sambungnya.

Menteri Luar Negeri AS, yang juga mantan kepala CIA, Mike Pompeo juga membela keputusan Trump untuk meluncurkan serangan teroris di dekat bandara Baghdad.

"Kita akan lalai jika kita tidak mengambil tindakan ini. Ini kesadaran situasional penuh risiko dan analisis," ujar Pompeo kepada NBC.

TAGS : Agresi Amerika Serikat Donald Trump Qassem Soleimani




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :