Selasa, 24/11/2020 11:09 WIB

AS Ancam Balik Iran

Trump mengatakan bahwa 52 target mewakili 52 orang Amerika yang disandera di Iran selama 444 hari setelah ditangkap di Kedutaan Besar AS di Teheran

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang 52 situs Iran "sangat keras" jika Iran menyerang aset Amerika atau AS setelah serangan pesawat tak berawak yang menewaskan komandan militer Iran Qassem Soleimani dan seorang pemimpin milisi Irak, yang membuat puluhan ribu orang berbaris di Irak untuk berduka atas kematian mereka.

Tidak menunjukkan tanda-tanda berusaha meredakan ketegangan yang timbul akibat perintahnya yang menewaskan Soleimani dan pemimpin milisi Irak yang didukung Iran Abu Mahdi Al Muhandis di bandara Baghdad pada Jumat, Trump malah mengeluarkan ancaman terhadap Iran melalui media sosial.

"Amerika Serikat telah menargetkan 52 situs Iran dan beberapa di antaranya pada tingkat yang sangat penting bagi Iran dan budaya Iran," tulisnya dilansir gulftoday, Minggu (05/01).

Sebelumnya, Iran mengeluarkan pernyataan akan melakukan aksi balas dendam atas tindakan AS yang telah menewaskan jenderal Soleimani.

Trump mengatakan bahwa 52 target mewakili 52 orang Amerika yang disandera di Iran selama 444 hari setelah ditangkap di Kedutaan Besar AS di Teheran pada bulan November 1979 silam.

Trump tidak mengidentifikasi situs tersebut. Pentagon merujuk pertanyaan tentang masalah tersebut ke Gedung Putih, yang tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pada Sabtu malam, sebuah roket jatuh di dalam Zona Hijau Baghdad di dekat Kedutaan Besar AS, yang lain menghantam lingkungan Jadriya di dekatnya dan dua lagi ditembakkan di pangkalan udara Balad di utara kota, tetapi tidak ada yang terbunuh, kata militer Irak. Tidak ada klaim tanggung jawab segera.

Milisi Kataib Hezbollah Irak memperingatkan pasukan keamanan Irak untuk menjauh dari pangkalan-pangkalan AS di Irak, dengan jarak tidak kurang dari seribu meter (enam persepuluh mil) mulai Minggu malam.

Trump mengatakan, Soleimani telah merencanakan serangan terhadap diplomat Amerika dan personil militer. Para kritikus Demokrat mengatakan tindakan presiden Republik itu gegabah dan berisiko lebih banyak pertumpahan darah di wilayah berbahaya.

TAGS : Jenderal Iran Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :