Kamis, 13/08/2020 18:11 WIB

Afghanistan Sematkan Jenderal Soleimani Figur Anti Teroris

Kepala Eksekutif Afghanistan untuk Pemerintah Persatuan Nasional, Abdullah Abdullah menyesalkan agresi AS yang menewaskan Jenderal Soleimani.

Para pelayat membawa poster Mayor Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), dan pemimpin Mobilisasi Populer Irak (PMU), Abu Mahdi al-Muhandis yang tewas dibunuh AS di Baghdad, Irak, 4 Januari 2020. (Foto: Reuters)

Islamabad, Jurnas.com - Wakil Presiden AfghanistanMuhammad Sarwar Denmark memuji Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani sebagai tokoh terkemuka dalam perang melawan kelompok Islamic State Iraq and Syria (ISIS/Daesh).

Denmark mengatakan hal itu di Kabul, satu hari setelah pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS) di dekat bandara Baghdad menyerang Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Abu Mahdi al-Muhandis, pemimpin Unit Mobilisasi Populer (PMU) Irak Hashd al-Sha`abi.

Denmark juga menyatakan harapan, kejadian itu tidak berdampak negatif pada proses perdamaian Afghanistan. Ia juga meminta semua pihak untuk menahan diri dalam upaya menjaga ketenangan di wilayah tersebut.

Pada Jumat (3/1), pemerintah Afghanistan menyuarakan kekhawatiran tentang eskalasi kekerasan di wilayah tersebut.

"Kami menyerukan Iran, tetangga besar kami, yang memiliki kesamaan bahasa, agama, sejarah dan nilai budaya. Kami menyerukan kepada AS, yang merupakan mitra strategis dan fundamental Afghanistan menghindari eskalasi konflik. Kami juga berharap kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan mereka melalui negosiasi," imbuh Denmark.

Secara terpisah, kepala Eksekutif Afghanistan untuk Pemerintah Persatuan Nasional, Abdullah Abdullah menyesalkan agresi AS yang menewaskan Jenderal Soleimani.

"Kami menyatakan belasungkawa tentang kejadian ini kepada keluarga Sardar Soleimani, pemerintah dan rakyat Iran," tulis Abdullah di akun Facebook-nya.

Iran, tambah Abdullah, sudah bersama dengan rakyat Afghanistan selama masa perang dan perselisihan dan bahkan menampung jutaan imigran Afghanistan selama bertahun-tahun.

"Sebagai korban terorisme dan kekerasan, Afghanistan menyerukan untuk mengurangi hubungan regional dan internasional dan berharap insiden terbaru tidak akan berdampak negatif pada situasi dan kerja sama teman-teman dan sekutu kita di Afghanistan," kata Abdullah.

TAGS : Pengawal Revolusi Iran Qassem Soleimani Wakil Presiden Afghanistan Muhammad Sarwar Denmark




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :