Senin, 06/04/2020 22:54 WIB

Insiden Pemukulan, ke mana Pengawal Paus Fransiskus?

Pemimpin bagi 1,3 miliar umat Katolik di seluruh dunia itu dilindungi oleh pengawal dari korps khusus, yang bertugas menjaga keamanan Paus.

Pemimpin Umat Katolik dunia, Paus Fransiskus menyampaikan keprihatinan bom yang meledak di gereja Surabaya

Vatikan, Jurnas.com - Insiden Paus Fransiskus memukul tangan seorang perempuan di Lapangan Santo Petrus pada malam tahun baru, Selasa (31/12) lalu, menimbulkan pertanyaan mengenai standar operasional prosedur (SOP) pengamanan Paus.

Sering dianggap merakyat, Paus selama ini tak sungkan menyalami orang banyak, dan menempatkan dirinya pada kerumunan peziarah yang menyambutnya.

Padahal pemimpin bagi 1,3 miliar umat Katolik di seluruh dunia itu dilindungi oleh pengawal dari korps khusus, yang bertugas menjaga keamanan Paus.

"Lelaki itu memiliki pasukan literal untuk melindunginya, dan (kenapa Paus) harus memukulnya sendiri?" tulis @MarkMcSPIDEY di Twitter pada Kamis (2/1) malam.

Yang lain berkomentar, "Paus memiliki detail keamanan yang sangat lemah."

Dikutip dari AFP pada Jumat (3/1), hingga hari ini Departemen Keamanan Vatikan menolak memberikan komentar. Namun seorang pakar keamanan menyebut pengawal Paus seharusnya melakukan intervensi sebelumnya.

"Adalah tim keamanan Paus yang harus meminta maaf," kata pendiri unit intervensi polisi khusus elit Italia, dengan nama Komandan Alfa.

"Perempuan itu tidak akan melepaskan tangan Paus, dan dia terpaksa menampar tangannya sedikit. Tapi seharusnya tidak sampai ke titik itu," lanjut dia.

Kepala pengawal paus dan kepala keamanan Vatikan, Domenico Giani, mengundurkan diri pada Oktober lalu setelah memo keamanan internal terkait penyelidikan keuangan Vatikan bocor ke pers.

Untuk diketahui, keamanan Paus menjadi prioritas utama di Vatikan setelah upaya pembunuhan Paus Jean Paul II pada 1981 oleh pria Turki, Mehmet Ali Agca di Lapangan Santo Petrus.

Langkah-langkah keamanan tinggi yang diterapkan termasuk membuat mobil khusus antipeluru, dan penambahan detektor logam saat memasuki alun-alun Santo Petrus.

Pada 2014, Paus Fransiskus mengatakan kepada sebuah surat kabar Spanyol, bahwa ia memilih untuk tidak menggunakan mobil antipeluru, karena menganggap dirinya akan mirip dengan "kaleng sarden."

TAGS : Paus Fransiskus Peziarah Perempuan Vatikan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :