Kamis, 27/02/2020 15:23 WIB

Muslim India Ditembaki hingga Tewas, Polisi Berkelit

Kematian Zaheer, dan pembunuhan yang menyasar empat pria Muslim di lingkungan mayoritas Muslim tersebut, menyebabkan aksi protes disertai kekerasan makin intens di India.

Perdana Menteri India, Narendra Modi (Foto: Abhishek Chinnappa/Reuters)

Delhi, Jurnas.com - Zaheer Ahmed baru saja pulang dari tempat kerjanya di India utara pada Jumat pekan lalu. Dia lalu keluar untuk merokok sebelum makan siang.

Namun beberapa menit kemudian, sebuah selongsong peluru menembus kepala. Zaheer tewas terkapar dalam hitungan detik.

Kematian Zaheer, dan pembunuhan yang menyasar empat pria Muslim di lingkungan mayoritas Muslim tersebut, menyebabkan aksi protes disertai kekerasan makin intens di India.

Kemarahan ini juga muncul setelah pemerintah nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi mengeluarkan undang-undang Anti-Muslim. Padahal pemeluk Islam menghuni 14 persen dari populasi.

Keluarga dari lima orang yang tewas mengatakan bahwa mereka ditembak dan dibunuh oleh polisi, ketika sebuah protes berkobar melawan UU baru.

Reuters tidak dapat memverifikasi pernyataan itu secara independen, sebab tidak satu pun dari 20 orang yang diwawancarai melihat polisi melepaskan tembakan.

Polisi membenarkan bahwa aparat menggunakan gas air mata, dan melepaskan tembakan untuk mengendalikan massa, tetapi tidak membunuh siapa pun.

Polisi berasumsi para korban tewas dibunuh oleh pengunjuk rasa bersenjata yang arah tembakannya melenceng. Investigasi atas kekerasan sedang berlangsung hingga saat ini.

Sebagai akibatnya, ketidakpercayaan dan kemarahan antara komunitas Muslim di daerah di mana kematian terjadi dan pasukan keamanan semakin dalam, ketika protes terhadap UU-Anti Muslim memasuki minggu ketiga.

Bentrokan pada 20 Desember 2019 lalu meletus di sekitar Lisari Gate setelah sholat Jum`at. Warga mengatakan polisi merusak beberapa kamera CCTV di daerah itu, sebelum kekerasan dimulai.

TAGS : Demonstrasi India Muslim Narendra Modi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :