Senin, 25/05/2020 05:34 WIB

Program Pencegahan Korupsi KPK Kurang Sosialisasi

Program pencegahan korupsi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai kurang sosialisasi kepada masyarakat.

Wakil Ketua KPK Jilid V terpilih, Nawawi Pomolango

Jakarta, Jurnas.com - Program pencegahan korupsi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai kurang sosialisasi kepada masyarakat.

Penilaian itu disampaikan Wakil Ketua KPK Jilid V terpilih, Nawawi Pomolango, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/12). Menurutnya, akibat kurang tersosialisasi, masyarakat hanya melihat KPK dari sisi penindakan.

"Saya merasa bahwa oh yang kita lihat dari luar itu enggak sepenuhnya seperti itu juga. Banyak juga yang, pencegahan itu sudah begitu bagus dijalankan. Cuma tidak terekspos," kata Nawawi.

Nawawi menilai, bidang pencegahan kurang terekspos media karena dianggap kurang `seksi` dari sisi pemberitaan. Untuk itu, pimpinan KPK Jilid V akan berupaya mengemas upaya penindakan agar tersosialisasi secara maksimal.

"Kami lagi melihat, barangkali mungkin ada sosok yang lebih adem memberikan mengenai expert tentang pencegahan. Paling enggak mencari `sales` untuk menjual produk-produk pencegahan," katanya.

Nawawi bersama pimpinan KPK Jilid V menjalani proses induksi atau pengenalan kelembagaan KPK, sejak Selasa (17/12) kemarin. Pada hari pertama, materi induksi mengenai bidang pencegahan. Sementara pada hari ini atau hari kedua mengenai bidang penindakan dan pengawasan internal. Untuk hari ketiga, materi induksi mengenai kesekjenan KPK.

"Kami lebih banyak mendengar. Ini kan induksi ini semacam pembekalan saja. Biar tidak terputus saja model kerjanya. Jadi lebih banyak mendengar. Kita belum bisa memberikan respons, saran, dan sebagainya," katanya.

TAGS : Kasus Korupsi Pencegahan KPK Pimpinan KPK




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :