Kamis, 24/09/2020 06:25 WIB

Pengamat: AS "Diperbudak" Israel

Beberapa tahun terakhir, petunjuk, saran, sindiran, sudah diajukan oleh politisi AS dan media yang dikendalikan bahwa pemerintah Arab Saudi memainkan peran utama dalam serangan serangan 9/11.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington, DC, 1 Agustus 2019. (Foto: AFP)

Teheran, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepenuhnya dikendalikan rezim Israel. Begitu kata Walt Peretto, seorang penulis Amerika dan analis sosiopolitik di Washington kepada Press TV pada Sabtu (14/12).

"Trump sebagian besar acuh tak acuh terhadap tindakan kejinya merujuk miliaran dolar penjualan senjata ke Arab Saudi. Hubungan antara Arab Saudi dan AS ini adalah salah satu dari banyak kontradiksi. Seperti Anggapan, Arab Saudi berada di belakang 9/11 belum menjalankan bisnis seperti biasa," kata Peretto.

"Fakta telah membuktikan bahwa serangan 9/11 telah direncanakan, dilakukan, dan ditutupi oleh faksi neokon di pemerintah AS dengan dorongan Israel yang kuat. Namun narasi resmi masih melibatkan 19 pembajak fiksi yang 15 di antaranya dikatakan warga negara Saudi," tambahnya.

Peretto mengatakan, beberapa tahun terakhir, petunjuk, saran, sindiran, sudah diajukan oleh politisi AS dan media yang dikendalikan bahwa pemerintah Arab Saudi memainkan peran utama dalam serangan serangan 9/11.

"Setelah 9/11, AS dan sekutunya telah menghancurkan Afghanistan, Irak, dan Libya, sementara mereka bekerja sama dengan Arab Saudi untuk menghancurkan Suriah dan Yaman. Sementara Iran telah diserang secara ekonomi dan melalui retorika dan sindiran lebih lanjut," katanya.

Peretto juga mengungkapkan, kebijakan luar negeri AS ini tidak masuk akal secara objektif atau strategis jika menggunakan premis bahwa operasi ini dilakukan atas nama keamanan dan kepentingan nasional AS.

"Namun, operasi ini sangat masuk akal untuk kebijakan luar negeri Israel. Karena Israel memiliki Trump, Kongres, dan pers resmi melingkari jarinya, Israel hanya menentukan kebijakan luar negeri AS. 9/11 digunakan untuk memperkuat hubungan dominan / tunduk ini," katanya.

"Alasannya adalah bahwa Arab Saudi tidak secara resmi mengakui Israel, namun pada kenyataannya mereka adalah sekutu yang setia. Oleh karena itu AS akan terus melakukan hubungan normal dengan Saudi meskipun ada langkah terbaru oleh Departemen Luar Negeri," sambungnya.

AS menuding serangan 11/9 dilakukan Al-Qaeda dan Osama bin Laden, Taliban dan Afghanistan, Arab Saudi, dan bahkan Saddam Hussein dan Irak. Namun, tidak ada satu bukti pun yang dapat dipercaya, salah satu dari faksi-faksi ini ada hubungannya dengan serangan terhadap AS dan rakyatnya.

"Semua bukti yang kredibel, independen, dan objektif membuktikan bahwa Israel dan AS berada di belakang 9/11. Terlepas dari kenyataan bahwa Zionis mengendalikan media arus utama AS mengabaikan semua bukti," jelasnya.

"Satu-satunya penyebutan bukti dalam arus utama hanya ditolak sebagai `teori konspirasi` dan sekarang digunakan sebagai alasan  menyerang Amandemen Pertama dengan mengambil inisiatif untuk menyensor aliran bebas ide di internet dan di media sosial khususnya," sambungya.

TAGS : Arab Saudi Kebijakan Amerika Serikat Diperbudak Israel Timut Tengah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :