Kamis, 24/09/2020 05:25 WIB

Hizbullah Ancaman Besar AS dan Israel di Lebanon

Washington berbohong dan menyebarkan berita palsu tentang gelombang protes antipemerintah baru-baru ini di Lebanon.

Sekretaris jendral gerakan perlawanan Libanon Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, menyampaikan siaran pidato dari ibukota Lebanon, Beirut, pada 25 Mei 2019.

Beirut, jurnas.com - Hizbullah merupakan ancaman besar bagi skenario yang dikembangkan Amerika Serikat (AS) dan rezim Israel yang akan diterapkan di Timur Tengah kata sekretaris jenderal gerakan perlawanan Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah.

"AS melakukan yang terbaik untuk menyebut Hizbullah sebagai ancaman bagi Lebanon. AS sebenarnya berlomba untuk kepentingan mereka sendiri dan orang-orang Israel. Kepentingan bangsa Lebanon sama sekali bukan masalah bagi mereka," kata Nasrallah.

"AS membayar jutaan dolar sebagai bagian dari upayanya untuk menodai citra Hizbullah, namun tawaran semacam itu semuanya akan gagal," sambungnya.

Ia menambahkan, Washington berbohong dan menyebarkan berita palsu tentang gelombang protes antipemerintah baru-baru ini di Lebanon. Menurutnya, negarawan AS melakukan praktik seperti itu saat dilanda masalah mereka sendiri dan berusaha mati-matian untuk mengatasinya.

Nasrallah lebih lanjut mencatat bahwa AS tidak dapat mengesampingkan Hizbullah dan mendorongnya menjauh dari arena politik Lebanon. Ia mengatakan, pendekatan Washington vis-à-vis isu-isu domestik negara Arab konyol dan tidak patut.

"Hizbullah merupakan ancaman serius bagi hegemoni dan konspirasi Israel. Israel sangat sadar akan fakta bahwa jika Hizbullah ingin menjalankan pemerintahan (Lebanon), mereka akan mengambil tindakan efektif terhadap pembangunan tembok di sepanjang perbatasannya yang terbagi dengan Lebanon dan berulang kali pelanggaran terhadap perairan teritorial Libanon,"kata Nasrallah.

Pemimpin Hizbullah kemudian meminta negara dan politisi Libanon untuk tidak menaruh kepercayaan pada janji kosong yang keluar dari Gedung Putih, memperingatkan bahwa orang AS cenderung `memerah susu` orang lain untuk memajukan kepentingan mereka sendiri.

Nasrallah melanjutkan dengan mengatakan bahwa AS dan rezim Israel mengubah komentar yang dibuat oleh para pejabat Iran untuk memprovokasi bangsa Lebanon melawan Republik Islam.

"Kami menghubungi sekutu Lebanon kami, dan mereka meyakinkan kami bahwa laporan tentang ancaman Iran untuk menyerang Israel dari wilayah Lebanon dibuat-buat, dan tidak ada pejabat Iran yang pernah membuat pernyataan seperti itu," kata kepala Hizbullah itu.

Ia menggarisbawahi bahwa Hizbullah siap untuk menghancurkan Israel jika rezim Tel Aviv membuat kebodohan meluncurkan tindakan agresi militer terhadap Iran, menekankan bahwa Republik Islam cukup mampu mempertahankan diri dan menanggapi serangan AS dan Israel.

TAGS : Gerakan Perlawan Lebanon Hassan Nasrallah Amerika Serikat Israel Teroris




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :